Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Bos Mudik Duluan, 91 Buruh PT THF Terancam Tidak Dapat THR

SELASA, 12 JUNI 2018 | 05:32 WIB | LAPORAN:

Sebanyak 91 buruh PT Teak Home Furniture (PT THF) terancam tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 2018.

Hal ini dikarenakan bos perusahaan mebel yang beralamat di Desa Bangsri Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara, Jawa Timur itu lebih dulu "mudik" ke negara asalnya sebelum batas akhir pembayaran THR lebaran kali ini.

Berdasar aturan, THR harus sudah dibayarkan H-7 sebelum lebaran. Jika Hari Raya Idul Fitri 1439 H jatuh pada Jumat (15/6) maka mestinya sudah dibayarkan perusahaan maksimal pada Jumat (8/6) lalu.


Kepala Seksi Hubungan Industri dan Syarat Kerja Dinas Koperasi, UKM dan Nakertrans Kabupaten Jepara, Andhika Dananjaya mengatakan pihaknya sudah menerima aduan terkait pembayaran THR pekerja PT THF.

Pangkal persoalan ini lantaran bos perusahaan furniture ini kembali ke negara asalnya India. Padahal hal-hal terkait pembayaran gaji hingga THR harus sepengetahuan WNA tersebut.

"Ada 91 pekerja perusahaan itu yang belum menerima THR. Makanya mereka mengadu ke posko pembayaran THR Diskop, UKM dan Nakertrans Jepara," kata Andhika seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Senin (11/6).

Penyelesaian kasus ini, kata Andhika tidak bisa langsung dilakukan lantaran harus menunggu kedatangan bos PT THF kembali ke Indonesia.

"Kemungkinan setelah lebaran," jelasnya.

Selain aduan pekerja PT THF, menurut Andhika pihaknya juga menerima laporan yang sama dari buruh PT Montaigne yang beralamat di Desa Bawu Kecamatan Batealit, Jepara, Jawa Tengah.

Terkait persoalan ini, pihak Diskop, UKM dan Nakertrans Jepara langsung bergerak ke lapangan. Hsilnya persoalan itu bisa diselesaikan.

"THR pekerja juga sudah dibayarkan sesuai ketentuan," tandas Andhika. [nes]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya