Berita

Foto/Net

Nusantara

Pendekatan Zairin Noor Dinilai Efektif Tangkal Radikalisme Di Kampus

SELASA, 12 JUNI 2018 | 04:41 WIB | LAPORAN:

Alumni Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Syaifullah Tamliha mengapresiasi cara calon rektor ULM Zairin Noor dalam mencegah radikalisme di kampus dengan pendekatan bekerja dengan hati

"Pendekatan dengan hati sangat efektif menangkal radikalisme. Sebab output pendekatan tersebut adalah, akan mencegah setiap orang yang ingin melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani," kata Syaifullah di Jakarta, Senin (11/6).  

Menurut anggota Komisi I DPR ini, pendekatan hati milik Zairin memang sangat relevan. Pendekatan itu akan mendukung kompetensi keilmuan dan kepemimpinan yang dimiliki, agar ULM bisa menjadi perguruan tinggi unggul.


Ia meyakini tekat Zairin bekerja dengan hati sebagai kunci kemajuan bagi universitas tertua di Kalimantan tersebut. Dengan pendekatan itu pula, ULM akan efektif mencegah radikalisme, yang saat ini menjadi momok bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

"Ini adalah pendekatan yang benar. Sebab dalam Alquran, semua orang memang harus mengedepankan hati. Termasuk dalam pendidikan, politik, usaha, dan kepemimpinan," jelas politisi PPP itu.
 
Pendekatan hati memang diucapkan Zairin saat menyampaikan visi dan misi akhir Mei lalu. Menurut Zairin, Rektor ULM harus mempunyai cinta dan kasih, serta keteladanan, amanah, inspiratif, dan humanis.

Psikolog kenamaan Tika Bisono juga sependapat. Bahkan Tika mengatakan, harusnya semua rektor di Indonesia bekerja berdasarkan hati.

"Secara psikologis, pendekatan hati adalah humanistik dan mengandalkan kecerdasan otak. Pendekatan ini akan memanusiakan seluruh civitas academica, sehingga berdampak sangat positif," kata Tika terpisah.

Itulah sebabnya, menurut Tika, Menrsitekdikti mau tidak mau memang harus memilih calon Rektor yang mengedepankan pendekatan hati. Sebab, pendekatan ini adalah pembeda, karena dari sisi kompetensi, tentu semua calon tidak perlu diragukan lagi.

Zairin Noor sendiri juga memiliki kemampuan profesi, kepemimpinan, dan pengalaman yang sangat teruji. Sebelum menjadi Dekan Fakultas Kedokteran ULM periode 2017-2020, putra daerah Banjarmasin tersebut sudah menjalani karier selama 30 tahun. Pada 1988, Zairin bekerja sebagai staf dokter di SMF Bedah RSUD Uli Banjarmasin.

Kariernya terus menanjak, sehingga pernah dipercaya menjadi Ketua Komite Medik RSUD Ulin 2003-2006, Ketua Indonesian of Osteoprosis Association 2003-2006, Kepala Bagian Bedah FK Universitas Lambung Mangkurat 2009-2012, dan Wakil Dekan FK ULM 2012-2016.

Selama berkarier, Zairin juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan seminar, baik di dalam dan luar negeri. Di antaranya, Orthopedic Fellow, Department of Orthopaedic Chonnam University Hospital, Gwang Ju, Korea (1994), Lee/Show Foundation Orthopaedic Fellow Attached to Dept. of Orthopaedic Surgery-National University Hospital, Singapura (1995), Syracuse University of New York, Health Science Center, New York (1998).

Zairin juga aktif di berbagai organisasi, termasuk di luar negeri. Di antaranya, Indonesian Spine Society, Asean Orthopaedic Association, Asia Pacific Orthopaedic Associaton, American Academy of Orthopaedic Surgeons, American Federation of Spine Association (FOSA), Societe Internationale de Chirurgie Orthopedique et de Traumatologie (SICOT), dan masih banyak lagi.

Sebagai dokter yang juga akademisi, Zairin sudah banyak menulis buku dan jurnal, termasuk di antaranya dengan ruang lingkup internasional. Di antaranya, Osteorporosis International with Other Metabolic Bone Diseases, Hong Kong. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya