Berita

Politik

NKK-BKK Mesti Dicabut Untuk Tangkal Radikalisme Masuk Kampus

SENIN, 11 JUNI 2018 | 21:48 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, mengaku tidak khawatir dengan paham radikal yang tumbuh di tengah masyarakat. Yang lebih dikhawatirkannya adalah tindakan akibat radikalisme.

"Tindakan-tindakan mereka yang menyalahgunakan pemahaman itu dengan membunuh dan meledakkan diri, itulah yang kita khawatirkan," kata Bambang alias Bamsoet saat menjadi pembicara diskusi lintas generasi di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (11/6).

Dalam diskusi itu, Bamsoet mengungkapkan cara membentengi institusi pendidikan kampus dari pengaruh radikalisme. Politisi Partai Golkar itu mengusulkan agar pemerintah mencabut konsep Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK) dan Badan Koordinasi Kemahasiswaan Kampus (BKK) di lingkungan universitas.


Dengan demikian, organisasi-organisasi ekstra kampus seperti HMI, PMKRI, GMNI dan KAMMI dapat aktif dan diakui sebagai ekstrakulikuler mahasiswa.

“Barangkali bisa menjadi bemper kegiatan-kegiatan tersebut, karena pasti mahasiswa disibukkan dengan latihan-latihan kepemimpinan dan kegiatan ekstrakulikuler yang padat sehingga terhindar dari diskusi-diskusi yang menjurus pada pemahaman keliru,” ucap Bamsoet.

Terkait temuan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) atas tujuh kampus negeri yang telah terpapar pemahaman radikal, Bamsoet akan mendorong Komisi I dan III DPR untuk melakukan penyelidikan atas hasil penelitian itu.

“Untuk memastikan di kampus itu tidak ada penyebaran radikalisme,” tambah Bansoet. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya