Berita

Foto: KNTI

Politik

Lawan Aktivitas Batubara, Nelayan Tradisional Blokade Kapal Tongkar

MINGGU, 10 JUNI 2018 | 06:44 WIB | LAPORAN:

Tumpahan batu bara pada proses bongkar muat kapal tongkang ke kapal tengker yang semakin masif terjadi dinilai telah merugikan nelayan tradisional di Balikpapan.

Para nelayan pun melakukan aksi perlawanan dengan menggelar Blokade Ponton Batubara.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Balikpapan, Kalimantan Timur, Husain menjelaskan, aksi memblokade itu digelar lantaran sudah tak tahan dengan terpuruknya kondisi kehidupan nelayan akibat pencemaran yang terjadi.


"Aksi blokade ponton batubara ini sebagai bentuk perlawanan kami terhadap aktivitas industri batu bara yang telah menggangu ruang nelayan," ujar
Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Balikpapan, Kalimantan Timur, Husain dalam siaran persnya, Minggu (10/6).

Aksi blokade dilakukan mulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Manggar, bergerak ke kapal tengker batubara di perairan laut, sekitar 7 mil dari pesisir Manggar.

"Dimulai jam sembilan pagi, dengan peserta aksi sebanyak 100 kapal," ujar Husain. Aksi digelar kemarin (Sabtu, 9/6).

Ketua Departemen Advokasi dan Penguatan Jaringan DPP KNTI, Misbachul Munir menjelaskan, aksi protes damai ini merupakan sinyal bahwa nelayan tidak tinggal diam atas pencemaran batubara di perairan Balikpapan.

"Tentu akan berdampak meluas dari turunnya hasil tangkapan nelayan hingga dampak masa depan karena masuk dalam rantai makanan," katanya.

Menurut Munir, berdasarkan UU 7/2016 tentang Perlindungan Nelayan, pemerintah daerah dan pemerintah pusat wajib melindungi perairan wilayah tangkap dari kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Oleh karena itu, lanjut dia, sangat penting bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turun tangan memastikan sumber kehidupan nelayan bebas dari kapal tongkang batubara yang mencemari dan merusak ekosistem perikanan di perairan Balikpapan.

Dia juga meminta agar pemerintah pusat dan daerah memastikan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Perda RZWP3K) Provinsi Kaltim.

"Untuk melindungi wilayah tangkap nelayan dan tidak tumpang tindih dengan kawasan pelabuhan yang menjadi tempat kapal tongkang batubara parkir," ujarnya.

Kegiatan unjuk rasa para nelayan itu dilakukan di tengah laut. Ada dua kapal tangker besar yang menjadi sasaran aspirasi para nelayan.

Di antara arus air laut begitu kuat dan ombak tinggi, para nelayan melakukan blokade ponton batubara.

Saat diprotes, pihak kapal tangker dan tongkang tidak terlihat ada aktivitas pergerakan mengolah batu bara, namun para awak kapal tangker berada di dek kapal.

Nelayan pun berkesempatan membentangkan spanduk protes yang berisi kritikan. Hal ini berlangsung sekitar pukul 10.30 WITA.

Tulisan spanduk berisi, "Batu Bara Membunuh Nelayan." Dan ada juga bentangan spanduk bertuliskan, "Usir Tongkang Batu Bara dari Wilayah Tangkapan Nelayan." [wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya