Berita

TB Hasanuddin/Dok

Nusantara

Kang Hasan Minta Tambahan Waktu Di Debat Publik Ke-3

SENIN, 04 JUNI 2018 | 07:43 WIB | LAPORAN:

Debat Publik Pasangan Calon Pilgub dan Pilwalgub Jawa Barat dimaksudkan untuk menyampaikan visi, misi dan program masing-masing Kandidat sebagai pedoman atau acuan pembangunan di masa mendatang.

Namun demikian, alokasi waktu yang disediakan oleh penyelenggara (KPU) seringkali dianggap kurang mencukupi. Kandidat acapkali kesulitan untuk memaparkan materi secara sempurna lantaran waktu yang disediakan sangat terbatas.

Menurut Kang Hasan nama panggilan TB Hasanuddin, calon gubernur Jawa Barat nomor urut 2, hendaknya KPU bisa memberikan penambahan waktu agar pemaparan visi, misi dan program masing-masing pasangan calon bisa lengkap dan publik pun dapat memahaminya secara utuh.


Kang Hasan menilai debat publik bagian dari cara penyelenggara mengenalkan kandidat kepada masyarakat pemilih. Melalui debat publik, internalisasi pendidikan politik (politic education) pun tersampaikan. Oleh karenanya, ia berharap KPU bisa mempertimbangkan adanya penambahan waktu.

"Ini satu menit. Baru prolog saja, mau begini-begini sudah habis. Sehingga tidak bisa dari satu menit itu memberikan gambaran," tutur Kang Hasan di rumah dinas Ketua DPRD kota Cirebon Edi Suripno, belum lama ini seperti diberitakaan RMOLJabar.

Terlebih, kata Kang Hasan, pada gelaran debat publik putaran ketiga yang akan diselenggarakan pada 22 Juni 2018 mendatang di Bandung, tema yang diangkat berkaitan tentang kepentingan dan hak-hak publik yang harus dijamin pemerintahan daerah. Paling tidak, kata dia, ada penambahan waktu antara 5-10 menit.

"Bagaimana disuruh menjelaskan untuk keperluan masyarakat Jawa Barat yang sangat principil dan strategis. Waktu satu menit, cukup bagaimana ? Ga cukup. Jadi saya melihat paling tidak, grand design tuh lima menit atau 10 menit lah," harapnya.

Saat disinggung persiapan, purnawirawan Jenderal TNI AD ini mengaku tak ada khusus. Karena, setiap tema yang disuguhkan merupakan masalah-masalah yang sudah biasa dihadapinya selama masa pengabdian, baik di bidang militer, politik maupun legislatif.

"Ya saya tidak pernahlah yang begitu-begituan, menyiapkan secara khusus, engga ada. Kerjakan seperti biasanya ajalah, begitu. Toh yang ditanyakan juga itu-itu juga," terangnya.[wid]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya