Berita

Pembangunan jalan alternatif di kalikenteng/RMOL

Nusantara

Dua Titik Fokus Pemerintah Di Tol Trans Jawa

SABTU, 02 JUNI 2018 | 00:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tol Trans Jawa yang membentang dari Merak hingga Surabaya sudah dapat dinikmati para pemudik lebaran tahun ini. Tol sepanjang 750 km itu bisa dilalui secara operasional maupun fungsional.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi menjelaskan bahwa total jalan tol yang masih fungsional adalah sepanjang 250 km.

Setidaknya masih ada dua titik fokus yang masih dalam pembenahan tol fungsional tersebut, yakni pembangunan Jembatan Kalikuto di Batang dan Jembatan Kalikenteng di Salatiga.


Budi menjelaskan bahwa Jembatan Kalikuto saat ini masih dalam tahap menghubungkan busur penyangga jembatan. Jika sudah terhubung, maka akan dilakukan tiang-tiang penarik badan jembatan. Setelah itu baru dipasang plat baja agar bisa digunakan fungsional pemudik.

“Terhubung tiga hari lagi, setelah itu nanti ditarik kabel-kabel ke bawah sampai dengan H-2 baru dipasang plat baja,” tuturnya usai meninjau Tol Salatiga, Jumat (1/6).

Sementara itu, proses pembangunan jembatan Kalikenteng memang baru sebatas pondasi. Namun demikian, di tempat ini pemerintah mengebut pembangunan jalan alternatif di bawah jembatan. Kata Budi, jalur alternatif ini sudah siap dan tinggal pengerasan jalan.   

Pun begitu, Budi berharap agar semua jalan fungsional tidak digunakan pada malam hari. Ini lantaran fasilitas penerangan yang masih minim.

“Kalau malam hari sebaiknya dihindari, karena lampu belum ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa jalan tol fungsional adalah jalan alternatif darurat yang bisa digunakan jika jalan nasional terjadi kepadatan. Disebut darurat karena aspek keselamatan jalan belum terjamin.

“Makanya saya imbau jangan pakai kecepatan tinggi, apalagi belum hapal juga kondisi jalannya,” sambungnya.

Dalam menunjang agar jalan tol fungsional layak digunakan, Ditjen Hubdat meminta adanya penambahan penerangan jalan, kesedian bensin kemasan, fasilitas kesehatan di rest area, penambahan rambu-rambu petunjuk arah, hingga pelayanan mobil derek. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya