Berita

Foto: RMOL

Nusantara

BNPB: Letusan Gunung Merapi Hanya Dua Menit, Tidak Ada Letusan Susulan

JUMAT, 01 JUNI 2018 | 12:22 WIB | LAPORAN:

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat untuk tenang terkait aktivitas Gunung Merapi yang kembali meletus pagi tadi sekitar pukul 08.20 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan pihaknya tetap memantau aktivitas Merapi.
Menurutnya, pasca letusan tidak ada letusan susulan.

"Letusan hanya sesaat selama 2 menit. Setelahnya tidak nampak adanya letusan. BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) masih terus memantau intensif dan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Merapi," kata Sutopo melalui keterangan tertulis, Jumat (1/6).

"Letusan hanya sesaat selama 2 menit. Setelahnya tidak nampak adanya letusan. BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) masih terus memantau intensif dan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Merapi," kata Sutopo melalui keterangan tertulis, Jumat (1/6).

Sutopo menjelaskan hasil laporan BPPTKG, tinggi kolom abu letusan 6.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 8.968 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

"Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 77 mm dan durasi 2 menit," ujarnya.

Sutopo menambahkan, hujan abu vulkanik diperkirakan jatuh di sekitar Gunung Merapi, khususnya di sisi barat, lantaran arah angin dominan ke barat daya.

Kegiatan pendakian Gunung Merapi, sambung Sutopo sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

"Status Gunung Merapi masih tetap waspada (level 2). Di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi dilarang ada aktivitas masyarakat. Belum perlu ada pengungsian. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang," ujar Sutopo. [nes]


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya