. Pusat Pengendalian Operasi dan Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Bali selalu siaga menangani erupsi Gunung Agung. Sebagaimana diketahui, gunung tertinggi di Pulau Bali itu hingga saat ini masih berstatus siaga level III dengan zona bahaya radius 4 kilometer.
"Dari level siaga atau awas kita lakukan pengawasan secara maksimal. Hari ini level 3 dan radiusnya yang berbahaya hanya 4 kilometer. Pengaman pengungsian sudah ditangani dengan baik sesuai standar," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusdalop BPBD Bali, I made Jaya Serataberana saat menerima delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Persatuan Wartawan Korea di ruang kerjanya, Bali, Selasa (28/5).
Kata Made, saat ini jumlah pengungsi berangsur turun. Meski demikian tim kesehatan dan pengamanan terhadap penduduk tertap tinggi. Bekerjasama dengan 28 kepala desa terdampak erupsi Gunung Agung, Made menjelaskan bila pihaknya menyediakan radio komunikasi yang aktif 24 jam penuh untuk memantau aktivitas kawasan di kaki gunung.
"Semua pengungsi selalu diperiksa kondisi kesehatan mereka dengan dibantu okeh pusat kesehatan masyarakat di desa-desa dan beberapa sekolah kesehatan dan universitas," jelasnya.
Tidak hanya itu, di hadapan 14 wartawan asal Korea tersebut Made juga menjelaskan kesiapan Pulau Dewata menghadapi bencana tsunami. Sebanyak 9 sirine ternyata telah dipasang di seluruh sudut pulau ini dan diuji setiap tanggal 26 pukul 10.00 waktu setempat. Tujuannya tak lain adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana cara menyelamatkan diri saat bencana Tsunami terjadi.
"Juga ada tempat evakuasi tsunami dan diadakan simulasi 3 bulan sekali. Kami juga jalur evakuasi tsunami dan masyarakat diarahkan ke titik tersebut," jelasnya.
Terkait hotel, Made mengatakan saat ini terdapat 60 hotel di Bali yang telah mendapat sertifikasi siap siaga bencana. Ratusan hotel lain masih dalam proses pengujian karena seluruh gedung diwajibkan siaga menghadapi berbagai macam kondisi.
Untuk itu, lanjutnya, Bali sangat aman dikunjungi saat ini. Erupsi Gunung Agung adalah peristiwa alam yang tidak bisa dihindari. Meski demikian, Made mengaku selalu siaga mengamakan kondisi wisatawan yang datang ke Bali. Termasuk diantaranya menyediakan helikopter untuk menjemput turis atau warga yang tertimpa musibah.
Warga Bali sendiri diakui Made sangat mendukung kendaraan Pusdalops yang melintas di saat bencana. Meski kondisi macet, warga Bali memiliki kepedulian tinggi saat kendaraan darurat Pusdalops turun ke lapangan.
Mendengar penjelasan tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Korea Jung Kyu Sung menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi. Menurutnya kinerja Pusdalops sangat membantu turis yang datang ke Bali, terutama dari Korea.
"Staf di lembaga ini sangat hebat dan kami sangat mengapresiasinya. Terima kasih karena selalu mengundang kami ke Bali," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWI Bali, Dwikora Putra mengimbau agar wisatawan dunia khususnya Korea tidak perlu khawatir saat berkunjung ke Bali. Ia juga mengimbau agar media tidak menyebar informasi hoax kepada masyarakat.
"Saat ini erupsi Gunung Agung sangat tertangani dengan baik. Jadi jangan khawatir," demikian Dwikora Putra.
[rus]