Berita

Foto/Net

Nusantara

Takut Blunder Lagi, Pergub Rusun DP 0 Rupiah Nggak Dipublikasi Sebelum Ada Modulnya...

SENIN, 28 MEI 2018 | 10:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Peraturan Gubernur men­genai pembiayaan rumah susun dengan uang muka alias down pay­ment (DP) 0 Rupiah sudah diteken Gubernur DKI Jakarta Anies Bas­wedan. Namun, penjualan belum dilakukan karena masih menunggu 'modul' komunikasi agar warga tidak salah menafsirkan.

"Pergubnya sudah selesai. Untuk pembiayaan juga sudah. Tapi yang diinginkan saya dan pak gubernur, kita tidak akan rilis sebelum modul komu­nikasinya selesai," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Jakarta.

Sebab, selama ini rumah DP 0 Rupiah simpangsiur luar biasa membingungkan. Sandi pun me­minta Kepala Dinas Perumahan beserta BUMD yang ditugaskan di program ini berkoordinasi dengan ahli komunikasi menyusun modul komunikasi kepada publik.


Dia berharap, modul itu saat ini sedang disusun, dan segera jadi. Namun, tidak mau buru-buru karena takut blunder lagi.

"Kami ingin program ini disampaikan dengan bahasa yang gampang dimengerti oleh publik," tegasnya.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengatakan, pro­gram ini belum terlihat berjalan. Jika memang ada upaya mengulur waktu dari Pemprov DKI Jakarta, hal ini dinilai sebagai sebuah kegagalan.

Dia memperkirakan penundaan ini karena masih ada kesepakatan yang belum sesuai antara keinginan Pemprov DKI Jakarta dengan pihak pengembang.

"Kalau belum berjalan, berarti masih ada yang belum sesuai. Kalau sudah sesuai, sudah harus jalan. Kalau belum sesuai, masih ada penundaan," katanya.

Dia menilai, program ini sulit terealisasi karena targetnya membangun ribuan rumah den­gan nilai total ratusan miliar rupiah. Sementara uang muka harus nol rupiah.

Bestari mengungkapkan, pihaknya akan membahas pro­gram DP 0 Rupiah pada rapat kerja yang direncanakan bulan ini. DPRD bakal membedah dan mengevaluasi perkembangan program andalan yang tak kun­jung terealisasi ini.

Namun kader Partai Nasdem itu menyampaikan dirinya lebih optimistis jika program pengadaan hunian Anies-Sandi ber­bentuk rumah susun sederhana sewa (rusunawa) ketimbang rumah susun sederhana milik sendiri (rusunami).

Skema pengadaan dan peng­aturan lebih mudah dan lebih te­pat jika benar-benar ditujukan ke warga ekonomi rendah. Hal ini sudah diterapkan Pemprov DKI Jakarta sebelum program DP nol rupiah digembar-gemborkan.

"Hak sewa sajalah. Tetap milik Pemda yang tidak dialih­kan ke pihak lain, lebih mudah pengontrolan dan pengerjaan­nya," kata Bestari.

Sementara itu, Pengamat Ke­bijakan Publik dari Universi­tas Trisakti Trubus Rahardian­syah mengatakan, masyarakat bingung terkait permasalahan DP 0 Rupiah tersebut. Apalagi belum ada sosialisasi menye­luruh terkait skema cicilan atau pembiayaan program itu.

"Kan persepsi masyarakat kalau DP 0 Rupiah itu DP-nya gratis. Tapi ternyata, seperti penjelasan pak Anies itu, di­masukkan ke dalam cicilan itu sendiri. DP 0 Rupiah itu arti­nya bohong-bohongan, slogan doang," ujar Trubus.

Apalagi, lanjut Trubus, Anies- Sandi belum bisa merangkul perbankan dalam mewujudkan program DP 0 Rupiah. Menim­bang setiap instansi yang diajak kerja sama harus dijanjikan keuntungan. "Namanya bank harus dapat keuntungannya apa? Kalau misalnya nggak ada keun­tungannya, BI (Bank Indonesia) pun nggak mau," katanya.

Untuk itu, Trubus menyarankan agar Pemprov DKI duduk bersama dengan DPRD untuk mencari solusi atas permasalahan program DP 0 Rupiah. Apalagi landasan hukum terkait program itu belum melibatkan DPRD.

"Di APBD DKI tak mencan­tumkan juga, sampai hari ini DPRD juga belum menyetujui atau tidak (program DP 0 Ru­piah)," ujarnya.  ***

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya