Berita

Olahraga

Kemenpora Serukan Perdamaian Dunia Di Konferensi Internasional Pemuda Budha

SENIN, 28 MEI 2018 | 08:16 WIB | LAPORAN:

Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2562, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan kegiatan International Conference on ASEAN Buddhist Youth (ICABY) selaam tiga hari, 27-30 Mei 2018 di Yogyakarta dan Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) ini diadakan sebagai upaya menjaga perdamaian dan toleransi di Indonesia, sekaligus mengajak pemuda Indonesia melakukan perubahan untuk terciptanya perdamaian di dunia.

"Konferensi ini sekiranya mampu menstimulan pemuda untuk turut andil dalam mengokohkan fondasi toleransi dan perdamaian dunia. Selain itu, secara tidak langsung juga dapat membantu merubah stigma negatif paska kejadian terorisme beberapa pekan terakhir, bahwa Indonesia terkendali dan mereka dapat beribadah serta menimba ilmu dengan aman," ujar Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Faisal Abdullah dalam keterangannya.


Faisal menjelaskan, Kemenpora sebagai penyelenggara konferensi internasional bertema Fostering World Peace among Religious Community  ini, sengaja memilih tempat di kota Yogyakarta. Sebab, Yogyakarta dikenal mempunyai beragam potensi budaya, keragaman agama, kota toleran dan penuh dengan keramahan.

Jogja juga disebut kota pelajar, karena kualitas pendidikan, ratusan perguruan tinggi dan universitas yang megah dan  berkualitas.

Indonesia sendiri, lanjut Faisal, juga merupakan negara paling heterogen di dunia. Sebuah negara kepulauan dengan 17 ribu pulau-pulau yang terbentang di sepanjang garis khatulistiwa, dihuni sekitar 1.340 etnis, enam agama, dan ada lebih dari 2.500 bahasa yang digunakan.

Karena itu, Indonesia terus membangun dialog antar peradaban, dialog antar agama, dialog antar media, dialog antar generasi muda. Dengan demikian diharapkan satu sama lain makin mengenal, semakin dekat, dan akhirnya bersatu untuk memelihara perdamaian dunia.

"Saya mengajak delegasi pemuda yang hadir dalam acara ini dari belahan berbagai negara untuk terus mendorong dan melakukan perubahan untuk terciptanya perdamaian di kawasan ASEAN dan dunia," seru Faisal saat membuka ICABY di Auditorium UGM Yogyakarta, Minggu (27/5), mewakili Menpora Imam Nahrawi.

Faisal mengingatkan, perdamaian tidak akan bisa dicapai secara instan. Untuk mencapainya perlu perkembangan dan proses berkelanjutan. "Toleransi antar umat beragama dikalangan anak muda ASEAN perlu kita terus tingkatkan dengan saling menghargai perbedaan."

Rektor Universitas Gadjah Mada, Panut Mulyono dan perwakilan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta turut memberikan sambutan pembukaan konferensi internasional ini.

Peserta kegiatan ICABY sendiri terdiri dari pemuda-pemuda Buddha yang berasal dari ASEAN dan 15 negara non ASEAN seperti Jepang, Afghanistan, India, Tajikistan, Azerbaijan, Madagaskar, Korea Selatan, Kazakhstan, Pakistan, Turki, Ukraina, Algeria, Bangladesh, Polandia, Slovakia.

Selain perwakilan dari ASEAN dan 15 negara non ASEAN, peserta juga dihadiri oleh perwakilan pemuda-pemuda Buddha terbaik dari 34 provinsi yang telah dipandu dan diarahkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga provinsi di seluruh Indonesia, serta dibantu Hikmahbudhi (Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia) dan Gema Budhi (Generasi Muda Budha Indonesia).

"Peserta terpilih merupakan hasil seleksi ketat kami dan pihak panitia selama kurang lebih dua bulan. Hal ini dikarenakan, peserta wajib melampirkan proyek sosial dan esai mengenai perdamaian dan toleransi dengan harapan mereka mampu mengimplementasikan proyek sosial yang mereka ajukan tersebut baik melalui youth centre atau di lingkungan tempat tinggalnya," jelas Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAK Pemuda, Hamka Hendra Noer. [wid]

 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya