Berita

Pertahanan

Lagi, Satgas Pamtas Yonif 511/DY Amankan Gaharu Buaya 700 Kg Dan Puluhan Tabung Gas

MINGGU, 27 MEI 2018 | 23:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) 511/Dibyatara Yodha kembali mengamankan pembawa barang ilegal, pada Jumat malam (25/5) saat melintasi pos lintas batas Balai Karangan, Kalimantan Barat.

Dalam keterangan persnya, Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungpura, Letnan Kolonel Infanteri Aulia Fahmi Dalimunte, S.Sos., mengatakan, bahwa Satgas Pamtas Yonif 511/DY di pos Balai Karangan yang dipimpin oleh Lettu Inf Nirwan, telah mengamankan dua orang membawa gaharu buaya dan tabung gas dengan mengggunakan kendaraan roda empat, diduga akan menuju ke Pontianak.

“Jadi saat ini, Satgas Pamtas kembali mengamankan penyelundup yang memanfaatkan jalur lintas batas Indonesia-Malaysia. Untuk barang bukti yang diamankan yaitu kendaraan roda empat bernomor Polisi KB 8486 SL yang di dalamnya terdapat dua orang berinisial AA (30) dan Ih (25), membawa Kayu Gaharu Buaya seberat 700 kilogram dan tabung gas kosong sebanyak 20 buah tidak dilengkapi dengan dokumen,” terang Kapendam XII/Tanjungpura, Letnan Kolonel Infanteri Aulia Fahmi.


Lanjut Kapendam XII/Tanjungpura, setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa mereka telah membawa Gaharu buaya seberat 700 kilogram dan tabung gas kosong sebanyak 20 buah. Setelah dilakukan pemeriksaan barang tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen. Karena tidak memiliki dokumen, anggota Satgas Pamtas Yonif 511/DY mengambil tindakan untuk mengamankan para pelaku serta barang bukti.

“Untuk barang bukti, berupa Gaharu buaya seberat 700 kilogram dan tabung gas kosong sebanyak 20 buah, sudah diserahkan anggota Satgas Pamtas Yonif 511/DY Lettu Infanteri Royhan, kepada pihak Bea dan Cukai,“ pungkas Kapendam XII/Tanjungpura. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya