Berita

Nusantara

Hasanah Kuda Hitam Pilkada Jabar

MINGGU, 27 MEI 2018 | 22:48 WIB | LAPORAN:

Pasca-debat kedua Pilgub Jabar 2018, perolehan suara pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) meningkat signifikan.

Hal ini dikonfirmasi oleh survei ILMA Research and Consulting yang menyebut pasangan usungan PDIP ini bersaing ketat dengan meraih 19,5 persen suara.

Direktur Eksekutif Eksplorasi Dinamika dan Analisis Sosial (EDAS), Wawan Gunawan, menilai bukan mustahil Hasanah bisa menjadi kuda hitam dan memenangi kontentasi politik terbesar di Bumi Pasundan ini.

"Kalau mesin partai dan para pentolan PDIP, serta pengusungnya serius, bukan tidak mungkin (Hasanah) akan menjadi kuda hitam. Yang paling penting pentolan dan mesin partai sungguh-sungguh bekerja. Karena kan tidak bisa disandarkan kepada dua orang paslon. Harus dikeroyok!" ujar Wawan seperti diberitakan RMOL Jabar, Minggu(27/5).

Menurut dia, kerja keras dan gotong royong adalah kunci Hasanah untuk mempertahankan tren positif elektabilitas yang sudah ada.

"Ideologi gotong royong yang selama ini diusung oleh PDIP diuji. Kalau memang masih konsisten dengan gotong royong, bisa menang kalau dipakai itu prinsip ideologi gotong royong,” ujarnya.

Dosen Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) ini juga bilang, sisa 30 hari kampanye adalah waktu yang sangat cukup bagi Hasanah untuk terus meroket.

"Tinggal didorong bener-bener semua komponen yang menjagokan Hasanah, harus bekerja habis-habisan," tegasnya.

Wawan mengingatkan, 31 juta pemilih di Jabar itu mayoritas rakyat kecil (wong cilik), segmen masyarakat yang paling diperjuangkan PDIP. Oleh karenanya, sifat kegotongroyongan juga diyakini masih melekat di sebagian besar rakyat Jabar.

"Jadi kalau itu (gotong royong) digunakan dengan baik, tidak menutup kemungkinan Hasanah bisa menyalip yang lainnya. Karena kan ada kelemahan di paslon lain yang sudah merasa unggul. Biasanya kalau yang sudah unggul, ah tenang aja da bakal menang ini. Jadi aja males," katanya.

Lebih jauh, Wawan mengatakan, Hasanah punya keunggulan dibanding pasangan lain, yakni program-program yang mudah dicerna oleh kebanyakan masyarakat Jabar di perdesaan.

Hal ini juga yang membuat Hasanah, masih menurut survei ILMA, unggul dalam debat kedua Pilgub Jabar 2018.

"Dibandingkan dengan yang lain begitu, masyarakat lebih mudah mencerna. Masyarakat yang mana? Masyarakat yang kebanyakan di Jawa Barat, bukan masyarakat di pusat-pusat kota, urban," ujarnya.

Wawan menambahkan, mungkin masyarakat urban lebih condong ke pasangan yang lain karena Orientasinya programnya lebih teknopolis, inovatif.

"Tapi kan jumlah masyarakat Jawa Barat di daerah itu kan jauh lebih banyak ketimbang masyarakat yang di perkotaan," tandasnya.

Untuk diketahui, survei ILMA yang dilakukan pada 15-20 Mei 2018, menunjukkan tiga paslon Pilgub Jabar 2018 bersaing ketat, dengan selisih elektabilitas yang tipis.

Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) 28,63 persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2D) 27,88 persen, Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) 19,50 persen, dan posisi paling buncit Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) 5,13 persen.

Sementara responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab 18,88 persen.

Survei ILMA juga mengonfirmasi Hasanah sebagai pasangan yang paling baik saat debat kedua, yakni dengan persentase 16,63 persen.

Selanjutnya, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2D) dengan 15 persen, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) 14,13 persen dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) 9,13 persen. [sam]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya