Berita

Muhammad Syaugi/Net

Nusantara

Basarnas Siap 'Tempur' Kawal Mudik Lebaran

MINGGU, 27 MEI 2018 | 10:37 WIB | LAPORAN:

Lembaga pemerintah nonkementerian Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) termasuk yang disiagakan menghadapi ritual mudik 2018.

"Mulai tahun kemarin Basarnas diminta Kementerian Perhubungan bersinergi dengan institusi lain dalam penanganan arus mudik lebaran. Senin (28/5) ada raker pemaparan Basarnas di DPR. Salah satunya soal kesiapan mudik," tutur Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi di Jakarta, akhir pekan ini.

Syaugi menjelaskan, Basarnas bakal mendirikan pos SAR dan menempatkan personel terlatih di sepanjang jalur mudik, terutama di titik rawan. Salah satunya ada di Cipali KM 162.


"Kami juga siapkan pos di daerah penyeberangan Gilimanuk maupun Bakahuni," papar Syaugi.

Tak hanya itu, lanjut Syaugi, Basarnas juga siap mengerahkan kapal SAR dan helikopter. Helikopter tersebut standby di Batam, Semarang, Bali dan Jakarta.

Helikopter disiapkan untuk mempermudah operasi dan mempercepat proses evakuasi jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Mantan Dirjen Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan ini mengatakan, sejumlah latihan juga sudah dilakukan Basarnas, termasuk penyelamatan korban.

Dengan kesiagaan itu, Basarnas berharap kenyamanan, keamanan serta keselamatan dapat dirasakan oleh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.

Meski diakuinya, Basarnas tak punya tugas melakukan pencegahan, lembaganya baru bisa bekerja melakukan pertolongan disaat ada korban jiwa atau ada orang hilang akibat kecelakaan atau bencana.

"Diminta atau tidak, kami memang harus selalu hadir disaat ada bencana, itu perintah Undang-undang. Nah soal mudik, tentu seluruh sumber daya baik manusia maupun peralatan disiagakan demi keamanan, keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang akan melakukan tradisi mudik,” katanya.

Diceritakan, selama mengabdi di Basarnas, ada 10 hingga 17 laporan kejadian per hari di seluruh Indonesia. Mulai dari kasus orang tenggelam, mati disutet, tergencet kendaraan, bahkan kasus tertimpa longsoran tanah.

"Kami ingin meningkatkan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat meski kami tidak punya tugas pencegahan. Hal ini juga berlaku bagi warga negara asing saat melakukan kunjungan menikmati liburan ke lokasi wisata di Indonesia," tutup Syaugi. [wid]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya