Berita

Hendropriyono/Net

Nusantara

Hendropriyono: Anak Muda Harus Aktif Perangi Terorisme

RABU, 23 MEI 2018 | 19:41 WIB | LAPORAN:

Langkah generasi muda yang sangat aktif turut serta memerangi terorisme di tanah air diacungi jempol Tokoh Intelijen Nasional, Jenderal TNI (Purn), AM Hendropriyono.

Menurut dia, langkah anak muda mengutuk dunia maya membuktikan generasi milenial sudah paham akan ancaman bangsa kita.

"Para anak muda inilah yang meneruskan perjuangan untuk melawan setiap aksi biadab dan radikalisme di tanah air," kata Hendropriyono di Jakarta, Rabu (23/5).


Meski begitu, Hendropriyono berharap seluruh elemen masyarakat tidak berhenti sampai di sana. Sebab, pelaku teror saat ini sudah seperti ranting dan daun yang patah tumbuh dan berganti.

"Sasaran kita juga pada organisasi-organisasi radikal yang juga menjadi pohon terorisme itu. Artinya sasaran kita adalah pada ideologi sesat mereka yang secara jahat membajak agama kita. Adanya masyarakat radikal itulah yang menjadi tanah subur bagi tumbuhnya terorisme," kata mantan Menteri Transmigrasi itu.

Karena itu, imbuh dia, masyarakat dan Polri juga harus bahu-membahu untuk menghilangkan oknum warga yang memberi pupuk bagi suburnya tanah terorisme itu.

"Mereka itu adalah yaitu para elit, para tokoh masyarakat, para pemimpin, para pengamat, para anggota WA grup yang menebarkan fitnah dan kebencian dalam chating-chatingnya," tambahnya.

Hendropriyono menambahkan, perang antara teror mereka melawan anti teror kita adalah perang di medan laga cyber nasional dan internasional.

"Mari kita rapatkan barisan untuk maju bersama-sama atau sendiri-sendiri, melawan kejahatan terorisme sampai ke akar-akarnya sekaligus tanah tempat mereka hidup dan bermukim.

"Dengan kesadaran kita untuk menyelenatkan diri kita sendiri, anak, cucu dan hari depan mereka, lawan kemudian laporkan siapa saja anggota grup WA, grup Telegram sejenisnya yang merupakan pengkhianat bangsanya sendiri itu," jelasnya.

Hendropriyono menegaskan agar semua ujaran kebencian dan fitnah di media sosial itu harus segera dilaporkan kepada pihak berwajib.

"Laporkan ke Polisi Kriminal Cyber, laporkan kepada Intelijen Negara, laporkan ke TNI, laporkan kepada Kopassus, melalui layanan elektronik yang sudah ada atau seret sendiri mereka dengan cara cerdas langsung ke ranah hukum," pungkasnya. [nes]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya