Berita

Politik

Politisi Demokrat: Di Masa SBY, Nama Rizieq Tidak Pernah Muncul Dalam Survei

SELASA, 22 MEI 2018 | 22:43 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Politisi Demokrat Rahlan Sidik menilai ada yang salah dengan pemerintah dalam sistem menanggulangi berkembangnya politik aliran.

Rahlan mencontohkan saat Susilo Bambang Yudhoyono memimpin Indonesia imam besar FPI Rizieq Shihab tidak pernah masuk dalam survei capres maupun cawapres. Bahkan di era SBY, Rizieq sudah dua kali terpidana.

Menurut Rahlan cara yang dilakukan pemerintah dalam mendikotomikan aliran keagamaan semakin membuka ruang untuk munculnya gerakan politik yang lebih dahsyat. Ia mencontohkan lagi mengenai fenomena aksi 212. Banyak umat Islam tergerak hatinya untuk membela agamanya.


"Bagi mereka lebih baik memilih beragama daripada bernegara, sementara pemerintah membuat kontranya dengan saya Pancasila, kalian intoleran," ungkap Rahlan.

Lanjut dia, menilai cara pemerintah dalam menurunkan tensi gerakan tersebut juga sangat tidak efektif. Sementara di masa SBY, pemerintah melakukan low intersity conflict.

"Kontra pemerintah dari aliran keagamaan di masa SBY disimpan di dalam suatu kotak agar tidak naik jadi gerakan politik," pungkasnya. [nes]



Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya