Berita

Anies-Sandi/Net

Nusantara

Anies-Sandi Tidak Usah Berpantun Melepas Saham Perusahaan Bir

SELASA, 22 MEI 2018 | 07:58 WIB | LAPORAN:

. Center for Budget Analysis (CBA) menolak keras langkah Pemprov DKI Jakarta yang melepas alias menjual 26,25 persen saham di perusahaan pembuat bir PT Delta Djakarta.

Direktur CBA Uchok Sky Khadafi mengaku curiga dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang begitu ngotot menjual saham perseroan bir tersebut. Padahal, di atas kertas PT Delta meraup untung yang sangat besar.

"Belum satu tahun berkuasa, Anis-Sandi sudah berani jual jual aset DKI. Harusnya Pemprov DKI menyuntik dana segar ke PT Delta agar kontribusi penerimaan daerah bisa meningkat," ujar Uchok dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Selasa (22/5).


CBA mendukung anggota DPRD DKI yang menolak penjualan saham tersebut. Karena menjual perusahaan yang tiap tahun meraup untung besar adalah hal yang tidak masuk akal.

"Seharusnya Anies-Sandi jujur saja, apa kepentingan mereka menjual saham perusahaan bir tersebut. Tidak usaha pakai bahasa pantun, "kita ingin tentunya mendapatkan dividen yang halalan toyyiban". Karena penerimaan Pemprov DKI juga banyak yang tidak halal kok. Coba kita jalan-jalan ke kota, adakah tempat pijet berbau prostitusi?" papar Uchok.

PT Delta Jakarta tahun 2017 mempunyai saham sebanyak 800.659.050 lembar. Adapun komposisi pemegang saham PT Delta adalah San Miguel Malaysia memegang sebanyak 467.061.150 lembar saham atau 58.3 persen, dan kedua Pemprov DKI memegang sebanyak 210.200.700 lembar saham atau 26.2 persen, dan ketiga publik punya sebanyak 123.397.200 lembar saham atau 15.4 persen.

Kemudian, setiap tahun laba kotor PT Delta adalah pada tahun 2015 sebesar Rp.465.2 miliar, pada tahun 2016 sebesar Rp.540.8 miliar, dan pada tahun 2017 sebesar Rp.574.2 miliar. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya