Berita

Dunia

Presiden Ouattara Minta Kedubes RI Dibuka Di Abidjan

SENIN, 21 MEI 2018 | 07:49 WIB | LAPORAN:

Duta Besar RI Dakar yang merangkap negara Pantai Gading, Mansyur Pangeran, telah menyerahkan Surat-Surat Kepercayaan (Credential Letters) kepada Presiden Pantai Gading, Alassane Ouattara di Istana Negara, Abidjan, Pantai Gading.

Dalam pertemuan tête-à-tête dengan Presiden Ouattara, Dubes Mansyur menyampaikan ucapan terima kasih pemerintah Indonesia atas dukungan Pantai Gading terhadap pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019/2020, serta upaya saling dukung di fora internasional yang telah berjalan baik selama ini.

Dubes Mansyur juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia mendukung pencalonan Pantai Gading sebagai anggota ECOSOC sekaligus meminta dukungan dari Pantai Gading atas pencalonan kembali Dr. Angga sebagai CEO Sekretariat International Cocoa Organization (ICCO) yang berkantor pusat di Abidjan.


Dubes Mansyur menambahkan keinginan pemerintah Indonesia untuk menunjuk seorang calon Konsul Kehormatan RI di Abidjan, Pantai Gading, yang berasal dari kalangan prominent person, yaitu Raisa Ernest Darboe, guna menjembatani hubungan bilateral kedua negara.

Di bidang ekonomi, Dubes Mansyur mengatakan, perlunya penguatan hubungan perdagangan kedua negara khususnya dalam area industri strategis seperti kerja sama pembelian pesawat produksi PT. DI, kapal buatan PT. PAL, kereta Api buatan  PT. INKA, senjata buatan PT. Pindad dan produk-produk industri strategis lainnya.

Dalam tanggapannya, Presiden Ouattara menyatakan terkesan dengan peran aktif Indonesia di berbagai fora internasional, serta kemajuan ekonomi yang telah dicapai saat ini.

Ia menilai Indonesia sebagai negara maju dan cocok menjadi referensi untuk pembangunan di Pantai Gading.

Untuk memperkuat hubungan bilateral, Presiden Ouattara meminta kepada Menteri Luar Negerinya, Marcel Amon Tanoh, untuk membentuk tim teknis bilateral yang secara fokus membahas kerja sama di bidang palm oil dan cocoa dengan Indonesia.

Kerjasama ini dimaksudkan untuk melindungi para petani kedua negara dari tekanan harga yang tidak stabil sebagai hasil permainan negara barat, serta membuat standar harga yang dapat melindungi kepentingan kedua negara sebagai penghasil cocoa dan palm oil terbesar di dunia.

Presiden Ouattara juga menyampaikan agar pemerintah Indonesia segera membuka kedutaan besarnya di Abidjan untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi.

Presiden Ouattara menginginkan agar kerja sama dengan Indonesia segera direalisasikan dan meminta percepatan pembuatan tim kerja sama bilateral sebagai forum komunikasi kerja sama di sektor-sektor yang didasarkan pada potensi dan keunggulan masing-masing yang saling menguntungkan.

Pantai Gading ingin mendapatkan transfer teknologi dari Indonesia di berbagai bidang seperti pertanian, packaging hasil olahan pertanian, ikan dan perkebunan, perindustrian, maritim, konstruksi dan transportasi.

Presiden Ouattara juga telah menyatakan akan memberikan rekomendasi atas pencalonan Raisa Ernest Darboe sebagai Konsul Kehormatan RI di Abidjan.

Senada dengan Presiden Ouattara, Menlu Tanoh mengharapkan pembukaan kedutaan besar Indonesia di Abidjan menjadi prioritas pemerintah Indonesia. Hal ini mengingat banyaknya kesamaan kepentingan antara kedua Negara, terlebih Sekretariat ICCO telah berpindah dari London ke Abidjan.

Dengan adanya perwakilan RI di Abidjan diharapkan Indonesia dan Pantai Gading sebagai negara penghasil kokoa dapat saling menguatkan dalam menjaga harga kokoa di pasar dunia, termasuk palm oil.

Pantai Gading, termasuk salah satu negara di Afrika Barat yang neraca perdagangan bilateralnya dengan Indonesia selalu mengalami surplus.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, total perdagangan antara Indonesia dan Pantai Gading mencapai 185,7 juta dolar AS pada tahun 2017 meningkat 77 persen dibandingkan pada tahun 2016 dengan defisit di pihak Indonesia.

Penyerahan Surat-Surat Kepercayaan kepada Presiden Pantai Gading, Alassane Ouattara, merupakan penyerahan Surat-Surat Kepercayaan yang terakhir bagi Dubes Mansyur Pangeran dari delapan)negara yang dirangkap dengan kedudukan di Dakar, Senegal.

Delapan negara dimaksud yaitu Senegal, Gambia, Guinea, Guinea-Bissau, Pantai Gading (Cote d'Ivoire), Sierra Leone, Mali dan Cabo Verde. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya