Berita

Rizal Ramli dan Anwar Ibrahim/Net

Politik

Ternyata Rizal Ramli & Anwar Ibrahim Sama-sama Penggemar WS Rendra

SENIN, 21 MEI 2018 | 07:11 WIB | LAPORAN: ARIEF GUNAWAN

Apa yang diomongkan kalau dua tokoh nasional yakni Dr Rizal Ramli dan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saling bertemu.

Keduanya sama-sama bersahabat, sama-sama mantan menkeu, sama-sama tokoh pergerakan dan dikenal bersikap kritis terhadap pemerintahan masing-masing.

Tentu yang diucapkan juga termasuk soal-soal ringan, berbau nostalgia. Antara lain kenangan mereka saat bertemu dengan mendiang penyair WS Rendra di kampus Universitas Indonesia pada medio 1997.


Dalam pertemuan itu Anwar Ibrahim yang merupakan sarjana sastra dan menyukai puisi mengapresiasi WS Rendra dengan ikut membacakan salah satu sajak.

"Kami sama-sama penggemar WS Rendra," kata Rizal Ramli yang duduk di sebelah Anwar Ibrahim saat berlangsung silaturahim kedua tokoh ini di sebuah hotel kawasan Jalan Rasuna Said, Jakarta, tadi malam (Minggu, 20/5).

Anwar Ibrahim yang baru dibebaskan dari penjara menyusul kemenangan Mahathir Muhammad dalam Pemilu di Malaysia itu memilih terbang ke Indonesia untuk bersilaturahim dengan sejumlah tokoh penting.

Ia bersyukur atas pembebasannya dan berbahagia dapat kembali bertemu dengan sahabat lama seperti tokoh nasional Dr Rizal Ramli.  

"Ini juice strawberry pertama saya setelah lepas dari penjara, sambutan yang hangat dan berharga sekali," kata Anwar Ibrahim yang disambut tawa hadirin.

Kepada Anwar Ibrahim, Rizal Ramli mengatakan dirinya angkat topi dan salut atas terjadinya rekonsiliasi politik yang berlangsung di Malaysia, antara Mahathir Muhammad dan Anwar Ibrahim, di mana kedua-duanya merupakan tokoh penting yang diharapkan rakyat Negeri Jiran mampu membawa perubahan yang lebih baik.

"Ini sangat luar biasa. Malaysia sangat beruntung, Mahathir dan Anwar sangat bijaksana dan saling memaafkan. Malaysia tentu akan lebih hebat lagi," ujar Rizal Ramli.

Mantan Menko Perekonomian dan Menko Kemaritiman di era Presiden Gus Dur dan Presiden Jokowi ini menekankan, Indonesia juga harus diubah agar menjadi lebih baik dan untuk itu harus mampu membebaskan diri dari perangkap perekonomian neoliberal yang sangat didikte oleh IMF dan World Bank serta tidak memiliki keberpihakan kepada rakyat kecil.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya