Berita

Foto/Net

Pertahanan

Saat Operasi, Koopssusgab Di Bawah Kendali Kapolri

MINGGU, 20 MEI 2018 | 17:51 WIB | LAPORAN:

Pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menangani terorisme dibutuhkan payung hukum yang jelas sehingga ada kepastian kapan Komando Pasukan Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI diminta turun.

"Kalau revisi UU Tindak Pidana Terorisme belum juga kelar minggu depan. Sebaiknya Presiden keluarkan Perppu untuk hindari tumpang tindih kewenangan Polri dan TNI," ungkap Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (20/5).

Menurut mantan anggota Kompolnas ini, payung hukum pengaturan mendesak melihat aksi teror semakin brutal di berbagai daerah.


Jika TNI terlibat dalam operasi ini, kata doktor ilmu hukum ini, idealnya  kendali tetap di tangan Kapolri karena ini murni masalah penegakan hukum.

"Polisi harus tetap terdepan. Selama tidak diperbantukan, operasional Koopssusgab kendalinya tetap di tangan panglima TNI. Tapi saat diminta Kapolri  membantu pada situasi tertentu kendali operasi sebaiknya di tangan Kapolri," saran Edi Hasibuan.

Menurut Edi, pasukan elit Koopssusgab baru turun apabila teror sudah mengancam masalah keamanan negara dan penanganan gangguan terorisme pada objek vital. Tugas ini menurutnya sudah diatur juga dalam UU TNI.

"Kalau hanya sebatas aksi teror biasa cukup kita percayakan kepada Polri yang sudah ahli dalam bidangnya," tukas pakar hukum dan kepolisian ini.[dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya