Berita

Ilustrasi/Net

Pertahanan

Mendagri: Teroris Sudah Terlacak Tapi Enggak Bisa Ditangkap

JUMAT, 18 MEI 2018 | 21:33 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Aparat kepolisian dan intelijen sudah mampu melacak keberadaan teroris yang berniat melakukan peledakan.

Walau begitu, tidak adanya payung hukum membuat polisi tidak bisa bertindak sebelum kejadian.

"Kita sudah tahu dia punya niat untuk meledakkan, sebelum meledak kan enggak bisa ditangkap. Itu ada aturan dan mekanisme ya HAM, kita kan manusia ada batasan,” jelas Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo usai bertemu Kepala BSSN, Djoko Setiadi di kantornya, Jumat (18/5).


Dia menerangkan, selama ini ada benturan dengan HAM dalam pemberantasan tindak terorisme. Padahal, masalah HAM sudah selesai.

Tjahjo juga meyakini bahwa TNI/Polri tidak mungkin mengambil tindakan yang melanggar HAM.

"Apa yang ngebom itu menggunakan HAM? Kan gak juga, dia main tembak, main ngebom sementara kita harus nunggu payung hukum,” selorohnya.

Saat ini, pihak aparat keamanan selalu dipersalahkan karena tak bisa melacak persebaran jaringan teroris, akibatnya publik menganggap terjadi kecolongan.

"Kalau mau loh ya itu semua gampang dilacak. Saya hari ini ke mana mau ke mana saja gampang dilacak,” jelas mantan Sekjen PDI Perjuangan ini.

Atas dasar itu, pihaknya mendorong agar percepatan revisi UU Terorisme dilakukan. Di mana membuka peluang aparat keamanan untuk bisa menangkap langsung terduga teroris sebelum kejadian.

"Pelibatan TNI juga dioptimalkan dalam memberantas terorisme," demikian Tjahjo. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya