Berita

Laode M. Syarief/RMOL

Hukum

Sekarang KPK Kelelahan Berantas Korupsi Sendirian

JUMAT, 18 MEI 2018 | 21:25 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai lelah memberantas kejahatan korupsi sendirian.

Sekarang lembaga antirasuah ingin punya teman dalam menangkap para pelaku kejahatan korupsi di Indonesia.

"KPK lelah memberantas korupsi karena nggak ada temannya. Kaya (seperti) sendiri. Harusnya korupsi di Indonesia harus di takel bukan hanya oleh KPK tapi oleh semuanya," jelas Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarief saat mengisi acara Refleksi Gerakan Antikorupsi Menjawab Tantangan 20 Tahun Reformasi di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/5).

Laode mencontohkan, ketika dirinya mendapatkan tekanan di Komisi III DPR. Kata dia, tekanan itu muncul karena tidak memiliki teman.
Laode mencontohkan, ketika dirinya mendapatkan tekanan di Komisi III DPR. Kata dia, tekanan itu muncul karena tidak memiliki teman.

"Lihat saja saat diperlakukan di Komisi III DPR, ketika beda pendapat. Yang supportif mana ada? Enggak ada, akhirnya jadi tertekan," lanjutnya.

Contoh lainnya, kata Laode, saat Bupati atau Wali Kota Gubernur, bahkan presiden yang akan di pilih membawa agenda antikorupsi nomor satu.

"Kelakuan ya kurang tahu, dan kenyataan yang seperti ini, ada kasus korupsi," jelasnya.

KPK, kata dia, sudah terus berkoordinasi dengan aparat pemerintah, seperti Polisi dan Jaksa dalam hal pencegahan, supervisi, penindakan untuk tetap melakukan monitoring.

Walau begitu, kenyataannya selalu saja tidak semuan dapat dilakukan.

"Melakukan monitoring. Kita melihat kebijakan ABCD dengan baik diperbaiki. Tapi tidak semua dilakukan," tukasnya.

Turut hadir sebagai pembicara, yakni Duta Besar Denmark untuk Indonesia Rasmus Abildgaard, Ketua Nahdlatul Ulama KH Muhammad Imam Aziz dan Anggota Board TTI Natalia Soebagjo. [sam]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya