Berita

Hadi Tjahjanto/Net

Pertahanan

Panglima TNI: Jadilah Perwira Yang Pegang Teguh Sifat Satria

270 Perwira Karier TNI Dilantik
JUMAT, 18 MEI 2018 | 16:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melantik 270 perwira prajurit karier TNI penerimaan TA 2018 dalam upacara sumpah Prasetya Perwira di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Selasa lalu (15/5).

Perwira Prajurit Karier yang telah menyelesaikan Pendidikan Pertama (Dikma) ini dilantik berdasarkan Keputusan Presiden, terdiri atas 44 wanita dan 266 pria, meliputi unsur Angkatan Darat sebanyak 129 perwira, Angkatan Laut 80 perwira, dan Angkatan Udara 61 perwira.

Panglima TNI dalam amanatnya menyampaikan bahwa sumpah Prasetya Perwira tersebut menjadi pintu gerbang bagi perwira karier yang baru dilantik untuk melangkah ke jenjang karier selanjutnya yang lebih profesional.


"Hal ini tentunya memerlukan kerja keras, komitmen, kompetensi, disiplin, semangat, serta motivasi yang tinggi sehingga nantinya benar-benar siap dalam melaksanakan setiap tugas yang diembankan oleh negara dan bangsa," kata dia seperti dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (18/5).

Panglima TNI mengatakan bahwa keberhasilan yang dicapai saat ini merupakan langkah awal dari pengabdian panjang para perwira kepada bangsa dan negara melalui TNI.

Dalam upaya meningkatkan profesionalisme sebagai prajurit karier, para perwira dituntut untuk selalu belajar dan berlatih guna meningkatkan kapasitas, integritas, pengetahuan, dan wawasan, serta memelihara kesehatan jasmani yang prima.

"Jadikanlah Prasetya Perwira ini sebagai momentum untuk lebih meningkatkan motivasi dan dedikasi disertai disiplin dan keteguhan hati sebagai prajurit TNI dalam pengabdian kepada bangsa dan negara seperti yang ditunjukkan selama dalam proses mengikuti pendidikan," ucap mantan KSAU ini.

Panglima TNI juga mengingatkan bahwa sebagai perwira tentu terikat pada kode etik perwira, yaitu Budi Bhakti Wira Utama yang merupakan perwujudan tekad pengabdian dan nilai moral yang harus dihayati dan dilaksanakan dalam kehidupan keprajuritan.

"Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta Delapan Wajib TNI harus senantiasa menyatu secara utuh dalam diri pribadi dan diimplementasikan dalam sikap dan perilaku sehari-hari," sebut dia.

Sebagai prajurit, kata Panglima TNI, para perwira harus memegang teguh sifat satria dalam melaksanakan tugas. "Jadikan integritas, profesionalisme, disiplin, loyalitas, serta moral dan etika sebagai tolok ukur dalam menggapai sukses untuk berkarir yang lebih tinggi," ucapnya.

Menurutnya, profesi sebagai prajurit TNI merupakan suatu tantangan sekaligus kehormatan karena melaksanakan tugas-tugas negara dan membawa kehormatan bangsa.

"Hal ini bukanlah pekerjaan yang ringan, apalagi jika dihadapkan pada kondisi saat ini yang penuh dengan dinamika sebagai implikasi perkembangan lingkungan strategis, baik global, regional, maupun nasional, serta berbagai ancaman nyata terhadap kedaulatan negara," katanya.

Sebagai konsekuensi profesi yang berkaitan langsung dengan eksistensi negara dan bangsa, kata Panglima TNI, seorang perwira harus selalu mengikuti perkembangan lingkungan strategis sehingga mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang memengaruhi pelaksanaan tugas yang diemban.

Terkait dengan hal itu, faktor kepekaan dan naluri keprajuritan harus selalu dipelihara, melekat, dan semakin dipertajam. Panglima TNI mengatakan, para perwira nantinya dituntut untuk senantiasa mengikuti perkembangan, mempersiapkan diri dan bersama-sama dengan komponen bangsa menghadapi seluruh ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap kedaulatan NKRI serta keselamatan bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

"Saya perintahkan kepada para perwira sekalian untuk tidak berpuas diri sampai di sini. Rasa bangga dan semangat yang menjiwai pelantikan pada hari ini harus menjadi pemicu dan pondasi awal dalam menggembleng dan membina diri, tidak hanya untuk diri pribadi selaku manusia tetapi juga bagi TNI, masyarakat, bangsa dan negara," tegasnya.

Panglima TNI juga mengingatkan saat para perwira karier ini dilantik saat sekarang, bangsa dan rakyat Indonesia dihadapkan kepada tantangan dan cobaan yang ingin mengganggu stabilitas nasional.

"Kita harus terus siap dan sigap merespon tantangan kekinian menghadapi agenda-agenda penting saat bulan suci Ramadhan hingga lebaran, agenda Pilkada serentak, ASEAN Games tahun 2018 ini serta Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019. Para perwira harus bersatu padu, selalu solid untuk memperkuat NKRI. Saya perintahkan sebagai prajurit bangsa, kalian harus selalu militan, loyal, profesional dalam bersikap dan bertindak," tegasnya. [rus]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:03

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:47

Gibran Salat Id dan Halal Bihalal di Jakarta Bersama Prabowo

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:30

Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05

Gibran Pantau Arus Mudik dari Command Center Jasa Marga

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:47

Pengusaha Kapal Minta SKB Lebih Fleksibel Atur Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:38

Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Ditunda Imbas Perang Iran

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25

Bias Layar: Serangan Aktivis KontraS Ancaman Demokrasi dan HAM

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10

Istana Sebar Surat Edaran, Larang Menteri Open House Lebaran Mewah

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:06

Selengkapnya