Berita

Foto: Net

Politik

Masyarakat Katolik Indonesia Tolak Kedubes AS Pindah Ke Yerusalem

JUMAT, 18 MEI 2018 | 07:32 WIB | LAPORAN:

Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta (FMKI KAJ) menolak pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem dari Tel Aviv, Israel.

Ketua Umum FMKI KAJ, Yulius Setiarto menegaskan, realisasi pemindahan Kedubes AS telah menciptakan situasi gejolak yang menimbulkan korban jiwa di Jalur Gaza, perbatasan Israel-Palestina.

Dia menyebutkan, bentrokan berdarah di Jalur Gaza dan sejumlah tempat di Tepi Barat antara aparat keamanan Israel dengan pemuda Palestina telah menimbulkan setidaknya 61 warga Palestina tewas dan lebih dari 2,700 luka-luka.


"Kami tetap konsisten pada sikap menolak pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat di Jerusalem. Kami menentang segala tindak kekerasan yang dilakukan oleh Israel kepada rakyat Palestina,” tutur Yulius, dalam siaran persnya, Jumat (18/5).

Dia juga menyampaikan, untuk kondisi Indonesia, eskalasi aksi terorisme baru-baru ini, menunjukkan pengesahan RUU Terorisme tidak dapat ditunda-tunda lagi.

Menurut Yulius, seluruh warga bangsa berkewajiban secara rasional dan kritis turut mengawal proses pengesahan RUU Terorisme ini.

"Alotnya proses pengesahan tidak saja menyebabkan kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga membentuk situasi yang bisa dimanfaatkan para petualang politik atau elit politik di tahun politik demi tujuan politik praktis," ujarnya.

Dia pun meminta para elit politik tidak menggunakan peristiwa pengeboman di Surabaya untuk kepentingan politik sesaat. Yulius pun berharap, para elit tidak memberikan pernyataan-pernyataan terhadap peristiwa pengeboman tersebut tanpa bukti.

"Mari kita hormati proses hukum yang sedang berjalan oleh aparat penegak hukum," ujarnya.

Seraya meminta seluruh warga masyarakat tetap waspada, Yulius juga berharap setiap orang menjaga dan peduli terhadap lingkungan masyarakat sekitar.

"Dan tetap menciptakan suasana kondusif diikuti rasa persaudaraan," pungkasnya. [wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya