Berita

Foto: Istimewa

Nusantara

Dua "Teroris" Dilumpuhkan Sebelum Masuk Mapolres Kendal

JUMAT, 18 MEI 2018 | 01:36 WIB | LAPORAN:

Dua teroris berhasil dilumpuhkan sebelum masuk ke Mapolres Kendal, Jawa Tengah, Kamis (17/5).

Aksi serangan teroris ini bukanlah kejadian sebenarnya, melainkan simulasi pemantapan keamanan anggota di area Mapolres Kendal saat kondisi darurat. Kedua teroris tersebut juga bukan sebenarnya. Mereka adalah anggota Polres Kendal.

Simulasi ini dimulai saat alarm Styling berbunyi. Anggota Polres Kendal langsung berlari dan berhamburan keluar ruangan menuju sekeliling markas membuat pagar betis dan berlindung.


Masing-masing anggota berlari menuju gerbang Mapolres, menempatkan diri pada posisi aman baik di balik pagar timur, barat, selatan maupun utara.

Sejumlah anggota juga membuat pagar betis mengelilingi gedung Mapolres dan mengamankan ruang arsip juga gudang senjata.

Dalam kondisi ini, satuan Dalmas mengambil senjata dan langsung mengambil posisi siaga.

Alarm Styling ini dibunyikan karena Polres Kendal mendapat serbuan teroris dan dinyatakan dalam kondisi darurat.

Aksi baku tembak polisi dengan teroris pun terjadi, dalam skenario dua anggota yang menjadi teroris dilumpuhkan sebelum masuk ke Mapolres Kendal.

Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesiapan, kesigapan,  kecepatan dan ketanggapan anggotanya dalam menghadapi situasi darurat teror bom.

Kapolres Kendal, AKBP Adiwijaya mengatakan, kegiatan simulasi pengamanan markas dengan alarm styling atau Panggilan Luar Biasa (PLB) tersebut dilakukan secara mendadak dan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya karena memang tujuannya untuk melatih sejauh mana kesiapan anggota. Terlebih serangan teroris yang belakangan terjadi menargetkan markas Kepolisian,

"Kami terus perketat pengamanan dan keamanan Mapolres Kendal. Jadi kita tes kesiapan, kesigapan, kecepatan dan ketanggapan anggota dalam situasi seperti ini," ungkap Adiwijaya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng.

AKBP Adiwijaya yang memimpin langsung jalannya simulasi itu menambahkan alarm styling dilakukan ketika ada situasi kontinjensi dan membutuhkan kehadiran anggota Polri dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat.

"Maka dari itu harus dilatihkan kepada anggota agar selalu siap dan tanggap dalam kondisi apapun dan waktu kapan pun," ujarnya.

Simulasi ini melibatkan sekitar 100 orang personil Polres Kendal dari sejumlah kesatuan. [nes]


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya