Berita

Alireza Alatas/Net

Politik

Kesucian Bulan Ramadhan Dan Terorisme ‌

JUMAT, 18 MEI 2018 | 00:25 WIB

RAMADHAN ditinjau dari sisi bahasa, berasal dari kata Romdho yang artinya adalah sangat panas. Makna lainnya juga disebutkan dengan arti membakar. Karena itu, Ramadhan disebut sebagai bulan yang memaafkan dosa-dosa.

Dengan ungkapan lain, dosa-dosa terbakar hangus di bulan Ramadhan sehingga manusia berkesempatan untuk taubat di hadapan Allah SWT.

Sangat sayang sekali bila manusia tidak memanfaatkan momentum penting bulan Ramadhan untuk mengangkat derajat dan meningkatkan kapabilitas diri sebagai hamba Allah sebenarnya. ‌Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat bersabda, Sungguh dinamakan Ramadhon karena membakar dosa-dosa.


Bulan Ramadhan juga adalah di antara bulan yang dimuliakan Allah SWT. Bahkan Ramadhan adalah  satu-satunya bulan yang disebut dalam Alquran. Allah SWT dalam surat Al Baqarah Ayat 185 berfirman,

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Ada yang menyebutkan bahwa Ramadhan termasuk di antara bulan yang diharamkan Allah SWT untuk berperang kecuali  berada dalam kondisi mempertahankan diri. Meskipun para ulama pada umumnya sepakat bahwa bulan-bulan yang diharamkan berperang adalah empat bulan, yaitu Rajab, Dzulqo dah, Dzulhijjah dan Muharam.

Allah SWT dalam surat Taubah Ayat 36 berfirman,

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Sangat mengenaskan sekali, negeri ini menjelang bulan suci Ramadhan malah dihadapkan pada sederet aksi terorisme yang bertolak belakang dengan spirit Islam dan bulan suci Ramadhan. Berdasarkan riwayat, Ramadhan adalah bulan ummat. Rasulullah Saw bersabda, Rajab itu bulan Allah SWT,  Syaban itu bulanku, sedangkan Ramadhan itu bulan ummatku.

Pada faktanya di bulan ummat Rasulullah SAW, kemeriahan religius bulan suci di negeri ini terganggu dengan aksi-aksi biadab yang dikendalikan para dalang terorisme yang dimurkai dan dikutuk Allah SWT dan Rasulullah SAW. Keberkahan bulan Ramadhan sepertinya hilang begitu saja karena tangan-tangan kotor. Saatnya ummat Muhammad SAW kompak kembalikan keberkahan ilahi yang sudah digariskan pada bulan Ramadhan ini.

Aksi terorisme sama halnya dengan mengobarkan peperangan. Di bulan suci ini mengobarkan peperangan adalah dosa besar sebagaimana yang disingung dalam surat Al Baqarah Ayat 217,

Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar.

Dalam surat Taubah Ayat 36 di atas juga disinggung, ...maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu....

Meski kalimat pada ayat di atas bersifat umum tapi konteksnya sangatlah jelas dilarang keras mengobarkan peperangan (baca aksi terorisme).

Menimbang ayat-ayat di atas maka sangat mudah disimpulkan aksi terorisme bertentangan dengan ayat-ayat Alquran. Apalagi yang menjadi korban adalah masyarakat biasa. Terlebih aksi-aksi itu dilakukan di bulan-bulan suci jelang bulan Ramadhan. Semoga aksi konyol dan biadab tidak berlangsung pada  bulan suci yang di dalamnya semua ummat menjadi tamu Allah SWT. Amin. [***]

Alireza Alatas
Pembela ulama dan NKRI, Aktivis Silaturahmi Anak Bangsa Nusantara (SILABNA)


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya