Berita

Tibisay Lucena/RMOL

Dunia

Hasil Pemilu Venezuela Akan Diakui Dunia Internasional

KAMIS, 17 MEI 2018 | 23:29 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Dewan Pemilihan Nasional (CNE) yakin pemilihan yang akan digelar hari Minggu mendatang (20/5) akan berlangsung secara transparan, jujur dan adil, serta hasilnya mencerminkan kehendak rakyat dan dapat diterima dunia internasional.

Hal itu disampaikan Ketua CNE Tibisay Lucena dalam pertemuan dengan tim pemantau internasional di kantor CNE, Kamis siang (17/5) waktu setempat, atau tengah malam WIB.

Tim pemantau internasional tersebut berjumlah sekitar 150 orang dari berbagai negara. Di dalamnya adalah individu-individu dengan berbagai latar belakang, seperti anggota parlemen, anggota lembaga penyelenggara pemilu, akademisi, wartawan, dan aktivis organisasi keagamaan.


Kantor Berita Politik RMOL ikut diundang menjadi bagian dari tim internasional itu.

Dalam pemilu kali ini, rakyat Venezuela akan memilih presiden dan anggota parlemen negara bagian. Khusus untuk Caracas, pemilih hanya memilih presiden.

"Sejak awal pemilu diputuskan kami mendapat tekanan dan serangan. Mereka (musuh-musuh Venezuela) meminta agar pemilu ditunda dan mengancam tidak akan mengakui hasil pemilu," ujar Tibisay Lucena.

"Venezuela adalah negara independen dan berdaulat. Kami tidak tunduk pada tekanan pihak manapun," sambungnya.

Pemilu, sambung Tibisay Lucena, adalah mekanisme yang disepakati rakyat banyak melalui wakil-wakilnya.

"Kami sudah terbiasa dengan pemilu. Ada krisis politik, kami pemilu. Ada krisis ekonomi, kami pemilu. Kami sudah sepakat menyelesailan masalah kami lewat kotak suara," tegas Tibisay Lucena.

Dalam kesempatan itu Tibisay Lucena juga menyinggung serangan Kanada yang melarang warganegara Venezuela di Kanada untuk memberikan suara. Sikap Kanada ini, sebutnya, sangat mengejutkan.

"Memberikan suara adalah salah satu hak asasi manusia, dan pemilu adalah ciri penting negara demokrasi. Bagaiamana mungkin ada negara yang mengaku demokratis tetapi melarang individu memberikan suara," sebutnya lagi.

Setelah sambutan Tibisay Lucena, staf CNE mendemonstrasikan proses pemberian suara yang menggunakan perangkat digital. [guh]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya