Berita

Arteria Dahlan/Net

Politik

PDIP Maunya Pembentukan Koopssusgab Tidak Jadi Polemik

KAMIS, 17 MEI 2018 | 22:42 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan mendukung penuh rencana Pemerintah membentuk Komando Operasi Pasukan Khusus Gabungan (Koopssusgab).

Keberadaan Koopssusgab dianggap penting untuk membantu Polisi dalam memberantas teroris. Makanya, dia berharap pembentukan ini tidak diributkan dan dijadikan polemik panjang.

Koopssusgab merupakan tim antiteror gabungan dari tiga matra TNI, yaitu Sat-81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo 90 Paskhas TNI AU. Koopssusgab ini pernah ada dan dibentuk pada 9 Juni 2015, saat Panglima TNI dijabat oleh Moeldoko. Dalam perkembangannya, Koopssusgap dibubarkan.


Kini, Moeldoko, yang saat ini menjabat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), mewacanakan menghidupkan kembali Koopssusgab. Presiden Jokowi sepertinya menyetujui pembentukan Koopssusgab itu. Dia meminta teknis pembentukan Koopssusgab dibicarakan lebih lanjut antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

Arteria menyebut, wacana pembentukan Koopssusgab merupakan langkah nyata Presiden Jokowi yang menginginkan negara betul-betul hadir melindungi warga dari potensi serangan teroris. Makanya, pembentukan Koopssusgab ini perlu diapresiasi. Bukan malah diributkan.

"Kalau makin banyak yang bantu, yang kerja, yang fokus dalam pemberantasan terorisme, ini kan makin bagus. Enggak perlu dibuat polemik baru lagi. Pembentukan Koopssusgab ini memperlihatkan bahwa negara hadir dan negara tidak lemah dalam pemberantasan terorisme,” ucap politisi muda PDIP ini di Jakarta, Kamis (17/5).

Menurut Arteria, Koopsusgab akan bekerja dalam tatanan teknis implementatif, sehingga pembentukannya tidak memerlukan payung hukum baru. Makanya, pembentukannya tidak perlu menunggu RUU Terorisme selesai dibahas DPR,

:Konsepnya kan masih dalam koridor hukum yang ada. Koopssusgab sifatnya perbantuan terhadap Polri dalam hal pemberantasan terorisme. Keberadaannya juga tak menegasikan BNPT (Badan Nasional Pemberantasan Terorisme)," tuturnya.

Untuk RUU Terorisme, Arteria memastikan bahwa Pemerintah dan fraksi-fraksi pendukung konsisten untuk mempercepat pengesahan. Sebab, pengesahan RUU amat penting untuk menanggulangan terorisme jangka panjang.

Untuk mempercepat rampungnya RUU, Presiden Jokowi bahkan sudah mengultimatum DPR. Jika Juni nanti RUU itu tidak disahkan, Presiden Jokowi bakal mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). [sam]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya