Berita

Ali Fauzi Manzi/Net

Pertahanan

Adik Amrozi: Demi Allah, Teroris Bukan Rekayasa Polisi

KAMIS, 17 MEI 2018 | 20:25 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Serangan terorisme bukan suatu rekayasa untuk mengalihkan isu atau bagian dari sebuah operasi intelijen.

Demikian dikatakan mantan Napi Terorisme, Ali Fauzi Manzi di Ruang Seminar P2KK, Gedung LIPI, Jakarta, Kamis (17/5).

"Demi Allah, saya bisa bersumpah itu bukan rekayasa polisi, bukan pengalihan isu, bukan operasi intelijen. Ini kelakuan orang-orang yang tidak suka NKRI, kelakuan orang-orang yang ingin kita gaduh, dan kelakuan orang-orang yang ingin negara kita cerai berai,” jelasnya.


Ali Manzi sejak usia 18 tahun bergabung dalam jaringan terorisme internasional. Dia tahu betul karakter, visi dan cara bekerja jaringan ini. Sehingga dia yakin hal itu bukan menjadi rekayasa untuk pengalihan isu apapun.

Adik pelaku bom Bali, Amrozi ini heran dengan banyaknya anggapan bahwa serangan teroris hanya buatan polisi untuk mengalihkan isu dan untuk mendapatkan banyak anggaran.

"Mindset terhadap extraordinary crime terorisme ini menyedihkan. Bahkan para profesor, doktor, ada yang masih terkungkung pola pikir mereka bahwa apa yang terjadi di Indonesia adalah rekayasa, ada kepentingan politik dan lain-lain,” jelasnya.

Menurut Manzi, extraordinary crime atau kejahatan luar biasa ini dihadapi oleh banyak negara di dunia.

Walau begitu, banyak jaringan teroris internasional yang sudah mengincar Asia Tenggara khususnya Indonesia. Tujuannya, membentuk pemerintahan berdasar Islam atau Daulah Islamiah.

"Mereka ini visinya satu yaitu membentuk daulah Islamiyah. NKRI ini dibilang negeri jahiliyah, thagut, maka harus dibasmi,” demikian Manzi. [sam]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya