Berita

Fahira Idris/Net

Nusantara

DPRD DKI Tidak Boleh Halangi Pemprov Lepas Saham Bir

KAMIS, 17 MEI 2018 | 15:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Setelah melalui tahapan pengkajian, akhirnya Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk melepas 26,25 persen saham perusahaan pembuat bir PT Delta Djakarta. Kepastian pelepasan saham ini dinyatakan Gubernur DKI Anies Baswedan, Rabu (16/5).

Selain sebagai pemenuhan janji kampanye, lewat penjualan saham ini, Pemprov DKI akan mendapat dana segar sekitar Rp 1 triliun yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan yang dapat dirasakan langsung dampaknya oleh warga ibukota.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengatakan memang sudah waktunya saham tersebut dijual. Sebentar lagi predikat Pemprov DKI sebagai satu-satunya institusi pemerintahan yang punya saham di perusahaan bir akan hilang.


"Saya berharap dan meminta, semua fraksi di DPRD DKI Jakarta memuluskan rencana penjualan saham ini. Pelepasan saham ini adalah aspirasi warga Jakarta, jadi jangan dihalangi," ujar Senator DKI ini dalam keterangannya, Kamis (17/5).

Fahira mengungkapkan, sudah sejak lama sebagian besar warga DKI menginginkan agar Pemprov DKI tidak terlibat lagi dalam pengelolaan perusahaan bir tersebut. Warga menganggap, tidak pantas sebuah institusi pemerintahan mempunyai bidang usaha atau saham di perusahaan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kepentingan dan kemaslahatan publik.

"Selain menolak reklamasi, pelepasan saham di pabrik bir ini menjadi salah satu alasan kenapa warga memilih Anies-Sandi pada pilkada lalu. Hanya Anies-Sandi yang menangkap keresahan warga soal saham di pabrik bir ini dan saat kampanye mereka tegas mengatakan akan menjualnya. Jadi ini aspirasi warga, harusnya fraksi-fraksi di DPRD menyetujuinya segera," tukas Fahira yang juga Ketua Gerakan Nasional Anti Miras ini.

Kepemilikan saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta yang memproduksi dan mendistribusikan beberapa merek bir sudah ada sejak tahun 70-an. Pemprov DKI sendiri mempunyai saham 26,25 persen. Saat ini, dividen yang didapat dari PT Delta Djakarta rata-rata Rp 38 miliar setiap tahunnya. Namun jika saham dijual, maka akan ada dana segar didapat sebesar Rp 1 triliun.

Menurut Pemprov DKI, jika ingin mendapatkan deviden Rp 1 triliun dengan mempertahankan saham di PT Delta, harus menunggu lebih dari 30 tahun lagi, sehingga keputusan menjual saham ini sangat tepat.

"Sekarang warga Jakarta menunggu gerak cepat dari wakil-wakil rakyatnya di DPRD DKI Jakarta. Beberapa fraksi sudah menyatakan dukungannya, namun masih ada yang belum merespon. Saya berharap di bulan Ramadhan ini proses penjualan saham ini bisa dilangsungkan segera," pungkas Ketua Komite III DPD RI ini. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya