Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Polda Pastikan Kabar Ojol Bubuhkan Racun Ke Makanan Pesanan Hoax

RABU, 16 MEI 2018 | 20:27 WIB | LAPORAN:

Informasi yang menyebut ojek online (ojol) membubuhi racun pada makanan pesanan konsumen adalah tidak benar alias hoax.

Hal itu diutarakan Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (16/4).

”Tidak ada informasi tersebut!” terangnya.


Argo mengingatkan, penyebar informasi hoax mempunyai konsekuensi hukum. Terlebih, Polri memiliki tim siber yang siap mengusut informasi hoax dan berdampak meresahkan masyarakat.

“Setiap orang yang dengan sengaja menyebarkan informasi atau berita bohong dan menyesatkan, diancam pidana maksimal 6 tahun atau denda maksimal Rp1 miliar.”

Sementara itu, Direktur Eksekutif Remotivi (pusat studi media dan komunikasi), Muhammad Heychael, menyarankan semua pihak jangan mudah terpancing dengan informasi bohong.

”Mulai dari teori konspirasi mengenai siapa dalang di balik bom Surabaya dan serangan di mako brimob sampai isu soal ojek online disusupi ISIS. Saran saya, bila menemukan informasi semacam ini jangan langsung percaya,” jelasnya.

“Cek kredibilitas penyebar informasi dan konfirmasi ke media-media yang punya kredibilitas, apakah mereka memuat juga? Jika tidak sebaiknya jangan percaya,” sambungnya.

Maraknya informasi hoax belakangan ini memang merembet pada ojol yang juga turut menjadi korban penyebaran informasi bohong dan menyesatkan tersebut.

Terpisah, GO-JEK Indonesia menyesalkan adanya kabar bohong tersebut. Dalam keterangan resminya Go-JEK menghimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan isu menyesatkan.

“Teman-teman pengguna GO-JEK, sikapi informasi dengan bijak,” jelas Director Corporate Affairs GO-JEK, Nila Marita.

Dia meminta, informasi hoax jangan disebarluaskan agar tidak menimbulkan kepanikan dan kerugian untuk mitra mitra GO-JEK yang bekerja dengan jujur.

”Cek kebenaran informasi yang anda terima dari sumber terpercaya seperti media nasional dan polisi,” tegasnya.

Nila menekankan, GO-JEK selalu mengutamakan kemanan dan kenyamanan pelanggan. ”Jangan terpancing oleh provokasi,” harapnya. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya