Berita

Ilustrasi/Net

Pertahanan

Raja Dan Sultan Nusantara Minta Masyarakat Aktif Dukung Polri

RABU, 16 MEI 2018 | 16:28 WIB | LAPORAN:

. Para raja dan sultan di nusantara mengecam keras aksi terorisme yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini.

Ketua Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN), Sultan Khairul Saleh menegaskan, seluruh raja dan sultan di Nusantara mendesak para teroris untuk segera menghentikan aksi terkutuk tersebut.

"Kami mendesak agar seluruh tindakan itu dihentikan,” kata Sultan Khairul Saleh ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (16/5).


Mewakili para raja dan sultan di Nusantara, Khairul Saleh, FSKN mendukung upaya Polri dan Densus 88 dalam memberantar terorisme di Indonesia.

Untuk itu, pihaknya meminta semua lapisan masyarakat untuk bekerja sama dengan aparat dalam memberantas terorisme dengan aktif mewaspadai semua kemungkinan adanya pihak-pihak yang berupaya mengganggu keamanan, termasuk oknum warga yang melakukan gerak-gerik mencurigakan.

"Segera laporkan ke pihak berwajib. Kalau kita semua sadar dan melakukan pertahanan bersama, tentu para teroris itu tak bisa bergerak leluasa lagi. Tidak mudah melakukan aksi lagi. Jadi dengan perlawanan bersama itu akan lebih mudah menekan pelaku terorisme,” imbau mantan Bupati Banjar dua periode ini.

Selain memberi dukungan kepada aparat, FSKN juga berencana melakukan berbagai kegiatan budaya yang bertujuan membangun kesadaran kaum muda akan cinta tanah air. Khairul Saleh menjelaskan, nantinya para anak muda akan diperkenalkan tentang budaya nusantara dengan intensif.

"Dengan mengenal budaya nusantara secara benar, akan tumbuh rasa cinta tanah air pada generasi muda kita. Nah, kalau sudah begitu maka anak muda kita tidak mudah goyah dan dipengaruhi untuk melakukan tindakan yang mencederai persatuan bangsa serta tindakan-tindakan radikan dan intoleransi lainnya,” demikian Khairul Saleh. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya