Berita

Jokowi/Net

Politik

Saat Harga Minyak Naik, Jokowi Bakal Termakan Omongan

RABU, 16 MEI 2018 | 08:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sindiran Presiden Joko Widodo kepada Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang subsidi BBM bisa menjadi bumerang di kemudian hari.

Pada acara ‘Workshop Nasional Anggota DPRD PPP' di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/5), Jokowi memaparkan mengenai program BBM 1 harga yang dilakukan pemerintahannya.

Dalam hal ini, Jokowi menyinggung harga BBM di wilayah timur Indonesia pada 3,5 tahun lalu atau saat masa pemerintahan SBY.


"3,5 tahun lalu saya ke Wamena, saya ke kampung, desa, saya tanya, 'Pak, di sini harga bensin berapa?' Di Wamena saat itu Rp 60 ribu per liter. Itu pas normal. Kalau cuaca nggak baik, bisa Rp 100 ribu per liter," singgung Jokowi.

Menurut Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief, kondisi harga minyak di zaman Jokowi berbeda dengan zaman SBY. Saat SBY, harga minya melambung tinggi hingga mencapai harga lebih dari 100 dolar per barel.

“Zaman Jokowi harga minyak dunia rendah aekali. Jadi subsidi bisa dicabut sana sini,” jelasnya dalam akun Twitter @andiarief_, Rabu (16/5).

Namun demikian, kata Andi, subsidi energi yang dicabut Jokowi itu tidak menimbulkan perubahan berarti bangsa ini. Sebab, pertumbuhan ekonomi masa Jokowi masih stagnan.

“Utang menggunung, daya beli melorot, dan kurs meroket,” sambungnya.

Andi bahkan mempertanyakan kemana sebenarnya uang hasil subsidi yang dicabut itu.

Menurutnya, jika suatu saat nanti harga minyak naik, maka apa yang diucap Jokowi akan menjadi bumerang. Jokowi akan termakan sendiri dengan segala ucapannya itu karena mau tidak mau harus memberikan subsidi BBM demi menahan laju inflasi.

“Kalau harga minyak meroket (Jokowi) akan kemakan omongan,” tukasnya. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya