Berita

Pertahanan

Dukung Kapolri Berantas Terorisme, Tokoh NU Sumsel Serukan Stop Hoaks

RABU, 16 MEI 2018 | 07:47 WIB | LAPORAN:

Ramai di media sosial soal perlakuan keji polisi kepada napiter. Dimulai dari pelemparan Alquran hingga pelecehan istri napiter.

Kabar yang belum bisa dipertanggungjawabkan itu tersebar masif di grup-grup whatsapp dan lainnya. Sebab paska itu, di Mako ada penyerangan terhadap anggota polisi hingga tewas. Lalu polisi menangkap dua wanita yang akan menyerang polisi.

Selain itu, Densus menangkap teroris di Cianjur dan Sukabumi. Mereka diidentifikasi akan menyerang Mako Brimob. Dan terakhir bom bunuh diri yang menyerang gereja di Surabaya dan Mapolresta Surabaya.


Tak hanya itu Densus 88 juga menangkap dua teroris di Palembang.

Menyikapi itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel, KH Amri Siregar menyatakan jika terorisme adalah musuh bersama. Karenanya masyarakat tidak boleh takut.

"Agama tidak mengajarkan membunuh sesama, jelas ini musuh kita bersama," katanya.

Ia akui salah sumber teror dipicu kabar hoaks. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi Informasi ada lebih 50 informasi hoaks beredar di media sosial. Karenanya masyarakat diimbau harus teliti.

Menurutnya, gerakan melawan hoaks harus terus digencarkan dan dimasifkan.

"Kapolri kita ini sebenarnya cerdas, beliau sudah tahu untuk meredam aksi teror, stop berita hoaks di masyarakat," kata Amri.

Imbaun Tito kepada ulama dan tokoh masyarakat yang omongannya dapat mempengaruhi opini publik, agar dapat menyampaikan informasi yang akurat perlu didukung.

"Sampaikan berita secara akurat. Kalau datanya enggak akurat, enggak kredibel, sedangkan figurnya dipercaya, diikuti, didengar oleh publik, ini bahaya nanti miss, bisa menyebabkan apa namanya itu kegaduhan," ujarnya.[wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya