Berita

Mochammad Nur Arifin/Net

Pertahanan

Semua OKP Pemuda Di Jatim Siap Dilibatkan Perangi Terorisme

SELASA, 15 MEI 2018 | 11:49 WIB | LAPORAN:

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Timur turut prihatin atas jatuhnya banyak korban tak bersalah akibat serangan teror bom bunuh diri di Surabaya dalam dua hari terakhir ini.

Ketua KNPI Jawa Timur, Mochammad Nur Arifin menegaskan, aksi teror itu telah mencederai nilai kemanusiaan.

''Segala bentuk tindakan kekerasan, apalagi yang mengatasnamakan agama dengan cara menebarkan teror dan kebencian bukanlah ciri ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Bahkan tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan," kata Nur Arifin dalam siaran persnya.


Arifin mengatakan, KNPI sebagai 'rumah besar' seluruh elemen organisasi pemuda mendukung penuh upaya pemerintah, dalam hal ini Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Polri guna mengungkap jaringan dan otak di balik peristiwa bom yang terjadi di Surabaya dan daerah lainnya.

''Kami minta aparat bertindak cepat dalam menangani kasus ini, memberikan jaminan keamanan dan rasa aman kepada masyarakat," desaknya.

Arifin menegaskan bahwa KNPI mendukung langkah tegas pemerintah memerangi aksi terorisme. Bahkan, kata dia, semua OKP pemuda siap dilibatkan secara terpadu, mengingat pasca-ledakan di gereja masih ada serangan susulan di Sidoarjo dan Senin pagi kemarin di Mapolrestabes Surabaya,

Di sisi lain, Arifin yang juga wakil ketua GP Ansor Jawa Timur meminta pemerintah melakukan koreksi terkait kebijakan antiterorisme yang terbukti tidak efektif dalam pencegahan dan penanggulangan aksi kejahatan terorisme, termasuk menyelesaikan RUU Terorisme.

''Undang-undang Terorisme perlu segera dituntaskan karena akan menjadi payung hukum penting bagi pemangku kepentingan yang akan terlibat mencegah terorisme dan radikalisme," jelas Arifin.

Plt Bupati Trenggalek, Jawa Timur ini juga mengajak kepada seluruh pemerintah daerah, khususnya di Jawa Timur serta aparat kepolisian agar lebih proaktif memulihkan dan menjaga serta menjamin terciptanya kerukunan antar umat beragama di Jawa Timur.

''Peristiwa ini harus menjadi momentum bagi masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan antar kelompok, agama, ras dan suku khususnya di Jawa Timur agar tidak mudah terprovokasi pasca-kejadian bom bunuh diri,'' pungkasnya.

KNPI Jawa Timur pun menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang sedang dialami.

Sementara itu, Polda Jawa Timur menyatakan data sementara korban meninggal dunia akibat serangan bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) pagi menjadi 13 orang. Sedangkan korban luka terdata sebanyak 43 orang dan dirawat di berbagai rumah sakit di Surabaya.[wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya