Berita

Jokowi/Net

Politik

Jokowi Masih Terkuat, Tapi Bisa Goyah

SENIN, 14 MEI 2018 | 15:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Elektabilitas petahana Joko Widodo masih yang terkuat di antara para kandidat lain di Pilpres 2019.

Namun demikian, elektabilitas Jokowi masih di bawah 50 persen dan hanya terpaut tipis dari gabungan elektabilitas semua kandidat lawannya. Itu artinya kekuatan gubernur DKI Jakarta itu bisa goyah saat Pilpres 2019 mendatang.

Hal itu berdasarkan hasil survei teranyar yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (14/5).


“Jika pilpres digelar hari ini, Jokowi mendapat suara 46 persen dan gabungan tokoh lain 44,7 persen. Sementara swing voter sebanyak 9,3 persen,” ujar peneliti LSI Adjie Alfaraby.

Dijelaskan Adjie ada beberapa alasan kenapa posisi Jokowi semakin goyah. Pertama, adanya attacking campaign yang makin masif dan terstruktur. Hal ini seiring dengan isu tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden yang mulai populer meski baru diluncurkan sebulan lalu.

“Ada sebanyak 50,8 persen masyarakat pernah mendegar isu ini dan 49,8 persen mengaku mendukung tagar tersebut,” sambung Adjie.

Kedua adalah isu tentang keberadaan tenaga kerja asing (TKA). Meski begitu,baru 27,2 persen responden yang tahu isu ini dan 9,1 persen yang setuju dengan masuknya TKA.

“Kini isu itu baru dikenal di bawah 30 persen. Semakin isu itu meluas, maka semakin tidak menguntungkan Jokowi,” kata Adjie.

Selanjutnya ada isu tentang ketidakpuasan ekonomi, utamanya menyangkut lapangan kerja yang bisa menggoyahkan posisi Jokowi. Apalagi sebanyak 54,3 persen warga tidak puas dengan kinerja pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan.

“Akar masalah ini yang mudah membakar isu lainnya. Merea yang tidak puas di atas 50 persen,” lanjutnya.  

Lebih lanjut, dalam survei ini juga merekam bahwa hanya ada 32,3 persen warga yang yakin Jokowi akan menang di Pilpres 2019. Sementara 28 persen yakin bisa dikalahkan oleh kompetitor yang muncul.

“Publik yang percaya bahwa Jokowi tak bisa dikalahkan dengan publik yang percaya Jokowi  bisa dikalahkan terpaut tipis,” tukasnya.

Data survei ini diambil pada 28 April hingga 5 Mei 2018 dengan menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden 1.200 Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada 1.200 responden. Margin of error survei plus minus 2,9 persen. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya