Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan atas tindakan keji yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua dan tiga gereja di Surabaya.
Apalagi rangkaian tragedi teror ini terjadi hanya dalam tempo sepekan dan jelang bulan suci Ramadhan.
“Rangkaian kejadian itu menunjukkan bahwa radikalisme apalagi yang mengatasnamakan agama sungguh sangat memprihatinkan dan mengiris hati kita semua. Semoga keluarga korban sabar dan tabah menghadapi cobaan," jelas Ketua DPD KNPI DKI Gusti Arief kepada wartawan, Senin (14/5).
KNPI DKI mengajak seluruh elemen kepemudaan dan masyarakat untuk tidak takut akan segala bentuk kekerasan maupun teror yang terjadi.
Selain itu, KNPI juga meminta untuk menghilangkan rasa curiga dan benci antar sesama anak bangsa.
Pemerintah pun diminta agar menindak tegas seluruh bentuk teror yang terjadi, jangan sampai telat dalam penanganannya.
"Kami sebagai elemen pemuda meminta aparat hukum untuk tidak lalai dalam menjalankan tugas, sehingga tidak akan terjadi lagi kejadian teror di kemudian hari. Negara harus ada dalam melindungi warganya. Kami percaya kepada aparat hukum dapat mengungkap ini semua," ujar Gusti.
Elite pemimpin dan elite politik juga diminta tidak memberikan ruang dan simpati kepada siapapun pelaku kekerasan apapun bentuk dan motifnya.
Sementara para pemuda, sambung Gusti, harus jadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
"Tugas penting pemuda saat ini adalah wajib berdiri di depan dalam rangka persatuan dan kesatuan. Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan dan terorisme di negara kita. Kita tidak takut dan akan kita lawan," tegas Gusti.
[ian]