Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo: Saya Diejek Bangkrut

Merasa Dibenci Elite Jakarta
MINGGU, 13 MEI 2018 | 09:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ketum Gerindra Prabowo Subianto kemarin, jadi jurkam cagub-cawagub Jawa Barat jagoannya, Sudarajat-Syaikhu. Dalam orasinya, eks Danjen Kopassus itu cerita banyak hal. Dari yang ringan sampai serius. Termasuk isu politik terkini. Seperti dibenci elite karena sikap politiknya, hingga diejek bangkrut.

Prabowo hadir dalam acara kampanye akbar pasangan Sudarajat-Syaikhu alias Asyik yang digelar di Monumen Perjuangan Kota Bandung. Prabowo tak sendiri. Ia ditemani Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau biasa disapa Aher. Massa yang hadir ribuan orang.

Kepada hadirin, anak begawan ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo itu meminta masyarakat Jabar mendukung Sudrajat-Syaikhu di Pilgub Jabar 2018. Sudrajat-Syaikhu adalah calon yang diusung koalisi Partai Gerindra, PKS, dan PAN. Kata Prabowo, kemenangan Asyik di Jabar bisa mempengaruhi peta politik nasional. Akan berpengaruh di Pilrpes 2019. Peluang menentukan capres harus makin besar. "Apa yang terjadi di Jawa Barat akan berpengaruh di Indonesia," kata Prabowo.


Dia juga mengucapkan terima kasih karena masyarakat Jawa Barat mendukungnya di Pilpres lalu. Prabowo merasa masih punya utang terhadap warga Jabar karena belum bisa memenuhi janji politiknya. Prabowo pun menyatakan kesiapannya jika mendapat kepercayaan dari masyarakat. "Kalau percaya ke saya, masih mendukung saya, Insya Allah 2019 kita melakukan perubahan," katanya.

Prabowo menilai, Jabar butuh pemimpin yang bisa meneruskan perjuangan Aher. Apalagi, Aher selama dua periode telah menorehkan beragam prestasi positif. Ia menilai, Sudrajat menjadi pilihan paling tepat karena merupakan lulusan Harvard, universitas terbaik di dunia. Selain itu, lulusan Akmil angkatan 1971 tersebut merupakan prajurit terbaik.

Prabowo mengaku butuh waktu lama untuk membujuk agar yang bersangkutan mau menjadi calon gubernur. "Saya sudah mengenal lama beliau, awalnya menolak dengan alasan tidak punya uang. Tapi saya yang terus bujuk-bujuk beliau selama 3 minggu," katanya.

Prabowo berharap, purnawirawan tentara jangan pasif, dan harus terus berjuang membela kepentingan rakyat. Sebab, nasib bangsa di ujung tanduk karena maraknya aksi korupsi. "Saat ini sudah zaman edan. Banyak yang pamer tanpa malu meski itu merupakan hasil curian," katanya.

Saat Prabowo sedang berorasi, tiba-tiba ribuan peserta yang hadir di acara kampanye akbar itu meminta Prabowo untuk berorasi menggunakan bahasa Sunda. Namun, Prabowo langsung menolak. Lantaran gak fasih berbahasa Sunda. "Maaf, bahasa Sunda saya kurang (bagus). Saya hanya bisa marah-marah pakai bahasa Sunda,"  katanya, yang disambut tawa.

Soal "marah-marah", Prabowo bercerita banyak elite di Jakarta yang membencinya. Menurut dia, kebencian itu muncul karena sikap politiknya yang kerap protes terhadap kebijakan pemerintah. Terutama soal kekayaan Indonesia yang dicuri dan mengalir keluar. Belakangan ia juga mengritik tentang kebijakan pemerintah yang membuka lebar-lebar pintu untuk tenaga kerja asing. Dia bilang, bukan anti sama orang asing. Kita harus belajar dari negara yang sukses.

"Tapi kalau orang asing jutaan datang mau ambil usaha kita, tanah kita, anak-anak kita mau hidup dari apa," ujarnya. "Karena itu elite di Jakarta enggak ada yang suka sama Prabowo. Emang gue pikirin. Elite di Jakarta yang bikin kalian (masyarakat) marah-marah," kata Prabowo.

Prabowo juga bercerita tentang banyak tudingan miring yang ditujukan kepadanya. "Saya diejek, oleh orang yang saya bantu selama hidup. Dia bilang dia tidak didukung Prabowo karena Prabowo sudah bangkrut, tidak punya uang. Tapi saya tidak merasa kecil hati. Biar rakyat tahu, biar saya tidak punya uang, jiwa raga saya diberikan untuk negara ini," pungkasnya. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya