Berita

Dunia

400 Ribu Anak Di kongo Terancam Mati Kelaparan

SABTU, 12 MEI 2018 | 13:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekitar 400 ribu anak-anak di Republik Demokratik Kongo saat ini beresiko mati kelaparan.

UNICEF memperkirakan bahwa jika upaya bantuan kemanusiaan tidak ditingkatkan maka resiko tersebut akan terjadi. Pasalnya, pertempuran antara pasukan pemerintah dan milisi regional di provinsi pusat Kasai Kongo telah menciptakan badai kemiskinan, deprivasi, dan konflik yang sempurna bagi anak-anak yang paling rentan.

UNICEF menyerukan tindakan segera untuk menghentikan kekerasan terhadap anak-anak yakni memastikan akses ke layanan penting untuk semua anak di bawah umur dan memberikan dukungan untuk bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan.


Menurut PBB, sekitar 1,3 juta orang di Kasai dipaksa keluar dari rumah mereka setelah pertempuran pecah di wilayah itu atas sengketa kekuasaan antara kepala lokal dan pejabat pemerintah pada Agustus 2016.

UNICEF memperkirakan bahwa sebagai akibat dari pemindahan, yang melihat ribuan keluarga mengungsi ke pedesaan tanpa persediaan makanan atau air yang memadai, ratusan ribu orang sekarang menghadapi kekurangan gizi akut yang parah.

"Kabar baik di Kasai adalah bahwa kekerasan telah menurun, tetapi apa yang kita lihat di sana adalah keluarga yang kembali dari semak-semak dengan anak-anak, dan mereka kembali dalam kondisi yang mengerikan," kata Christophe Boulierac, juru bicara UNICEF, kepada Al Jazeera.

"Diperkirakan 770.000 anak-anak menderita kekurangan gizi akut, 400.000 di antaranya menderita kekurangan gizi akut parah dan berada di ambang kematian," sambungnya. [mel]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya