Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

PBB: Lonjakan Kelahiran Pengungsi Rohingya Di Bangladesh Segera Terjadi

SABTU, 12 MEI 2018 | 12:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

PBB memprediksi bahwa lonjakan kelahiran di kalangan perempuan pengungsi Rohingya di Bangladesh  sudah dekat.

Para perempuan Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh dari konflik di dalam negeri pada bulan Agustus dan September tahun lalu banyak yang datang dalam kondisi hamil. Banyak dari mereka yang hamil karena pemerkosaan akibat kekerasan di daerahnya, Rakhine.

Di tengah upaya PBB dan badan bantuan  nternasional lainnya untuk menangani masalah sekitar 700 ribu  pengungsi Rohingnya, lonjakan kelahiran yang diperkirakan sudah dekat akan menjadi tantangan tersendiri dan mempersulit situasi kemanusiaan yang terjadi.


Di antara populasi pengungsi Rohingya tersebut, terdapat sekitar 40.000 wanita hamil akibat pemerkosaan saat konflik dan diperkirakan akan melahirkan dalam beberapa minggu mendatang.

"Kehamilan yang dihasilkan dari apa yang kami yakini bisa menjadi kekejaman kekerasan seksual pada Agustus dan September tahun lalu bisa segera berakhir," kata Andrew Gilmour, Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Hak Asasi Manusia.

"Jadi, kami memprediksi lonjakan kelahiran," sambungnya seperti dimuat Xinhua. [mel]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya