Berita

Ng Lap Seng/Reuters

Dunia

Miliarder Makau Dibui 4 Bulan Karena Suap Pejabat PBB

SABTU, 12 MEI 2018 | 10:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang Miliarder Makau Ng Lap Seng dijatuhi hukuman empat tahun penjara pada hari Jumat (11/5) setelah dinyatakan bersalah pada Juli lalu karena menyuap dua duta PBB untuk membantunya membangun pusat konferensi bernilai miliaran dolar.

Ng yang adalah pengembang real estate dijatuhi hukuman di pengadilan federal Manhattan oleh Hakim Distrik Amerika Serikat Vernon Broderick.

Selain hukuman penjara, pria 69 tahun itu juga diharuskan untuk mengorbankan USD 1,5 juta, mewakili aset yang digunakan dalam kejahatannya, dan membayar denda pidana USD 1 juta.


Ng sendiri telah berada di bawah tahanan rumah di sebuah apartemen Manhattan sejak tidak lama setelah penangkapannya pada tahun 2015. Dia dinyatakan bersalah oleh hakim pada bulan Juli dari tuduhan termasuk penyuapan dan pencucian uang.

Jaksa mengatakan selama empat minggu uji coba Ng tahun lalu bahwa Ng membayar lebih dari USD 1 juta dalam bentuk suap kepada Francis Lorenzo, mantan deputi duta besar dari Republik Dominika, dan John Ashe, mantan presiden Majelis Umum PBB dan duta besar dari Antigua dan Barbuda.

Jaksa mengatakan bahwa dengan dukungan dua duta besar, Ng berharap untuk membangun pusat konferensi di Macau yang akan mengubah wilayah bekas Portugis menjadi "Jenewa Asia". Namun pusat itu tidak pernah dibangun.

Lorenzo mengaku bersalah atas penyuapan dan pencucian uang, dan dia bersaksi melawan Ng di persidangan setelah setuju untuk bekerja sama dengan jaksa.

Ashe juga dijatuhi pidana tetapi meninggal secara tidak sengaja di rumah pada Juni 2016 setelah menjatuhkan barbel di lehernya. [mel]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya