Berita

Rizal Ramli/Net

Bisnis

Kalau Menteri Keuangan Jago, Banyak Cara Kreatif Kurangi Beban Utang

JUMAT, 11 MEI 2018 | 20:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ekonom senior Rizal Ramli membeberkan cara kreatif dan inovatif dalam mengurangi beban utang yang ditanggung Indonesia saat ini.

"16 tahun yang lalu saya bisa lakukan utang tukar dengan utang, jadi utang yang bunga tinggi ditukar dengan utang bunga rendah dan itu berhasil,” kata RR dalam diskusi HIPMI di Gran Melia Hotel, Jakarta, Jumat, (11/5).

Dia mengaku pernah menerapkan cara kreatif itu dengan Kuwait di tahun 2001 lalu. Metode ini dalam dunia ekonomi dikenal dengan istilah loan swap.


Mantan anggota tim panel Perserikatan Bangsa-Bansa (PBB) ini menjelaskan, Indonesia bisa mengurangi beban cicilan utang dengan menerapkan sistem debt to nature swap.

Sistem ini, masih kata Rizal Ramli, berupa pembatalan utang dalam pertukaran dengan komitmen atas mobilisasi sumber daya domestik untuk pelestarian lingkungan.

"Nanti di 2019 kita akan lakukan itu dengan Eropa dan Kanada,” jelasnya.

Mantan Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid ini yakin, penerapan ini bisa memotong utang minimum sebesar USD 10 million per tahun.

"Kalau Menteri Keuangannya jago, banyak cara kreatif dan inovatif yang bisa dilakukan untuk kurangi beban utang,” pungkasnya. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya