Berita

Foto: Biro Komunikasi PUPR

Advertorial

Menteri PUPR: Ibu Mufidah Puas Dengan Bangunan Rusun Sekolah Tenun

RABU, 09 MEI 2018 | 14:10 WIB | LAPORAN:

. Penyediaan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) terus ditambah di berbagai wilayah untuk berbagai kalangan yang membutuhkan hunian layak yang terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) termasuk bagi Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), pondok pesantren, dan juga sekolah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat mendampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) RI Hj. Mufidah Jusuf Kalla meresmikan Rusunawa dan Sentra Industri Tenun Songket terbesar di Indonesia yang bertempat di Nagari Tigo Jangko, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (8/5) mengatakan bahwa tujuan pembangunan rusunawa  agar para pengrajin tenun lebih produktif dan nyaman dalam menjalani pendidikan tenun.

Dalam sambutannya Mufidah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah membangun Rusun untuk pengrajin tenun di Tanah Datar. Pembangunan sentra tenun tersebut berangkat dari perhatiannya terhadap keberadaan tenun di seluruh Indonesia yang memiliki potensi luar biasa, salah satunya adalah Sumbar. Rusun tersebut akan dimanfaatkan oleh para siswa pengrajin tenun yang belajar di sekolah tenun pada kawasan tersebut.


Menteri Basuki usai peresmian mengatakan, pembangunan Komplek Sentra Tenun Songket di Lintau Kabupaten Tanah Datar sesuai dengan perintah Presiden RI Joko Widodo dan berharap agar Rusunawa dapat dipergunakan dengan lebih optimal oleh pengrajin tenun.

"Ibu Mufidah sudah melihat kedalam tadi untuk mengecek, dan beliau merasa puas dengan kondisi yang ada. Rusun ini memiliki kamar tipe 24 yang di setiap kamarnya dilengkapi tempat tidur bertingkat, lemari, meja, kursi belajar dan kamar mandi di dalam," kata Menteri Basuki dalam keterangan Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Rabu (9/5).

Pembangunan Rusun ini dibiayai dana APBN tahun Anggaran 2017 dan dilaksanakan dalam waktu enam bulan. Rusun ini terdiri dari tower tiga lantai dengan jumlah 35 unit termasuk dua unit difable dan tersedia ruang serbaguna. Rusun dapat ditempati sebanyak 70 orang.

"Rumah susun ini sangat bermanfaat bagi kita, karena rumah saya jauh dari sentra tenun. Dengan rusun ini, setelah pelatihan saya bisa menginap, karena sudah ada tempat tidur, lemari, dan kondisi  sangat nyaman, terima kasih kepada Kementerian PUPR," ungkap Silwa salah seorang siswa sekolah tenun.

Rusun ini dikerjakan oleh Kontraktor PT. Adhitama Royal Kontruksi dengan nilai kontrak Rp 9,4 miliar dan pengadaan meubelair dilakukan oleh PT. Anugerah Multikont Mandiri senilai Rp 449 juta.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendy, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawa Ningsih, Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Maryadi Utama, dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Syaiful Anwar. [rus/***]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya