Berita

Marianus Sae/RMOL

Hukum

Marianus Sae Cium Pipi Wanita Sebelum Diperiksa Penyidik KPK

SELASA, 08 MEI 2018 | 10:34 WIB | LAPORAN:

Bupati Ngada (nonaktif) Marianus Sae kembali diperiksa Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa pagi (8/5)

Marianus yang menjadi tersangka dalam kasus proyek pengadaan Pemerintahan Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini datang dengan diantarkan oleh mobil tahanan pada pukul 10.07 WIB.

Ia mengenakan kemeja putih serta celana bahan berwarna hitam lengkap dengan rompi tahanan berjalan menuju pintu lobby Gedung KPK yang berada di Kuningan.


Namun belum sampai pintu, seorang wanita menghampirinya sambil menangis. Ia memeluk Marianus Sae dengan erat. Marianus pun membalas pelukan tersebut.

Mereka sedikit bercakap-cakap sebelum akhirnya petugas memisahkan mereka. Belum diketahui siapa wanita yang datang dengan mengenakan kemeja batik berlengan pendek itu.

Sebelum meninggalkan wanita tersebut, Marianus Sae sempat mendaratkan ciuman ke pipi wanita itu.

Namun demikian, sang perempuan itu bergegas keluar area gedung KPK setelah pertemuannya dengan Marianus dipisahkan oleh petugas KPK. Perempuan tersebut juga tidak mau berbicara dengan awak media untuk mengungkap jatidirinya.

Sesuai jadwal pemeriksaan yang dikeluarkan oleh pihak komisi anti rasuah, calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) itu akan diperiksa sebagai tersangka.

KPK menetapkan Bupati Ngada yang berasal dari PDI Perjuangan Marianus Sae (MSA) dan Wilhelmus Iwan Ulumbu (WIU) sebagai tersangka dalam kasus proyek pengadaan Pemkab Ngada, NTT.

Wilhelmus yang merupakan salah satu kontraktor di Kabupaten Ngada disebutkan telah dijanjikan menangani proyek Kabupaten Ngada senilai Rp 54 miliar oleh Marianus Sae.

Dirinya juga kerap mendapat proyek-proyek di Kabupaten Ngada sejak tahun 2011. Wilhelmus kemudian membuka rekening atas namanya sejak 2011 dan memberikan kartu ATM bank tersebut kepada Marianus Sae.

Total uang yang diterima oleh Marianus Sae dari Wilhelmus secara tunai maupun transfer sebanyak Rp 4,1 milliar, dengan rincian pada bulan November 2017 Rp. 1,5 milliar secara tunai di Jakarta, pada bulan Desember 2017 terdapat transfer Rp 2 milliar di rekening WIU, pada 16 Januari dan 6 Februari 2018 diberikan tunai di rumah bupati sebanyak Rp 600 juta. [ian]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya