Berita

Jokowi/Net

Politik

Nasib Jokowi Bisa Serupa Tengku Erry Yang Ditinggal Partai Pendukung

SELASA, 08 MEI 2018 | 06:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Janji yang belum ditepati dan ulah relawan yang kerap membuat masalah menjadi ganjalan bagi Presiden Joko Widodo melaju di Pilpres 2019. Selain itu, ada juga konflik antar partai pendukung.

Begitu terang Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dalam akun Twitter @fahrihamzah, Senin (7/5).

Untuk alasan konflik antar partai pendukung, Fahri menjabarkan bahwa Jokowi kini memang di atas kertas menjadi calon yang paling banyak diusung partai. Ada 7 parpol yang masuk kabinet dan ada juga partai relawan.


Namun demikian, dia mengatakan bahwa partai pendukung ini hanya ingin memanfaatkan incumbent sebagai merek dagang.

“Parpol pendukung Jokowi ini sekarang sadar bahwa jika mau punya nama maka jual lah yang punya nama. Sehingga apabila nama itu didekatkan maka parpol akan mendapatkan efek popularitas,” ujarnya.

Lambat laun, para partai itu akan berebut menjadi partai yang paling mewakili presiden. Ini yang kemudian menjadi awal konflik yang semakin tajam. Konflik ini bisa memiliki efek negatif bagi presiden sehingga ditinggal dan lari ke lain hati.

Konflik ini sekarang ada di belakang layar dan sesekali muncul tanpa terasa. Terutama di antara partai besar.

Sementara itu ada juga tiga partai yang paling agresif memanfaatkan presiden.

“Ketiga partai itu adalah partai kuning, partai biru, dan merah baru....ada apa dengan partai merah?” tukasnya.

Dukungan partai yang besar, sambungnya, bisa membuat Jokowi menjadi banyak dukungan di pilpres, bisa juga sebaliknya. Jokowi bisa ditinggalkan di penghujung pendaftaran seperti nasib Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry.

“Demikiankah faktanya. Apakah itu akan membuat presiden makin banyak pendukung atau malah todak dapat? Saya mau ambil contoh, Tengku Erry incumbent di Sumatera utara. Awalnya dia paling banyak ke dukung tapi akhirnya gagal tidak dapat tiket,” tutup Fahri. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya