Berita

Foto: RMOL

Politik

Andi Arief: Kalau Diintimidasi Bisa Berubah Jadi #gantipresidensekarang

MINGGU, 06 MEI 2018 | 08:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kemunculan tagar #2019GantiPresiden adalah konsekuensi dari keputusan politik menetapkan Presidential Threshold  sebsar 20 persen mengikuti hasil Pemilu 2014. Semestinya, hal ini disikapi dengan lebih bijak oleh aparat pemerintah, dengan tidak melakukan intimidasi.

Kalau diintimidasi, nanti bisa berubah menjadi #gantipresidensekarang. Begitu dikatakan Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief, dalam twitnya Minggu pagi ini (6/5).

Berikut twit Andi Arief itu:


Tagar dan kaos #2019gantipresiden kurang tepat kalau dihadapi Brimob. Beri keleluasaan, biarkan mengalir. Kalau diintimidaai bisa berubah menjadi #gantipresidensekarang.

Setelah pendaftaran pilpres Agustus, toh tagar #2019gantipeesiden tak akan terelakkan dalam situasi bipolar atau bahkan tripolar sekalipun. Belum tentu jadi kenyataan.

Tagar #2019gantipresiden menggambarkan loyal voters, namun bukan berarti tidak menghasilkan loyal voters #jokowi2periode. Jangan terlalu baper nanti jadi koper (korban perasaan).

Kalau tagar dan gerakan #2019gantipresiden diberi keleluasaan sepanjang aturan maka tidak ada alasan untuk tidak menerima jika hasilnya nanti #jokowi2peeiode.

Apa yang disimpulkan dan dirasakan rakyat pada April 2019 dari soal hukum, ekonomi, politik serta pandangan tentang Jokowi yang  akhirnya yang akan menentukan tagar mana yang menang. Biasa-biasa aja.

Design politik pilpres berbarengan dengan syarat 20 persen suara pemilu 2014 adalah biang keladi suasana bipolar dan perang tagar. Konsekuensi bagi siapa menabur angin.

Jokowi dan partai pendukung syarat 20 persen dari hasil pemilu 2014 harus siap menghadapi gerakan2 konstituaional dari maya sampai jalanan. Karena secara tidak sadar mengkutubkan Islam dan nasionalis.

Bagi yang belajar ilmu politik tentu paham bahwa di balik bipolarisasi ini Jokowi dan PDIP memanen 13 persen suara non muslim menjadi loyal voters. Tapi tidak memikirkan dampak hebatnya yang bahayakan persatuan.

Seandainya saja memilih politik waras dimana seriap parpol tanpa syarat dapat mengajukan capresnya, keadaan tidak sepanas ini. Tidak akan ada kanalisasi dalam isu bipolar.

Rakyat bawah kehilangan program pro rakyat, kelas menengah mulai terjerembab isu agama dan nasionalis, sementara situasi ekonomi dalam cobaan berat. Mudah-mudahan tidak meledak bersamaan.

Kunci indonesia damai dalam peraatuan yang alamiah adalah design politik yang mwmbuka semua multi untuk bisa mendapatkan saluran. Model kediktatoran parlemen Jokowi telah merusak harmoni multi.

Kanal yang kecil tak mungkin menampung air dalam volume besar. Banjir kiriman bogor saja harua dibuat banjir kanal timur. Ah sudahlah, kopeh kata Setya Novanto. [dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya