Berita

Agus Rahardjo, Net

Hukum

KPK Minta Pemerintah Bikin Sistem Anggaran Transparan

MINGGU, 06 MEI 2018 | 07:31 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap kasus suap terkait RAPBN-P berhenti pada Amin Santono, Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai Demokrat yang dicokok saat OTT.

Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan pengalaman ini menjadi pembelajaran pemerintah dalam membuat sistem perencanaan anggaran transparan dan bisa dikontrol rakyat.

Menurutnya dalam proses menyusun anggaran tripartit antara Kemenkeu, Bappenas dan kementerian terkait bisa diketahui oleh masyarakat.


"Karena sudah ada keputusan dari pemerintah ke DPR mestinya rakyat juga harus bisa mengikuti perkembangannya keputusannya apa, kenapa diputsukan kegiatan ini urutan prioritas bagaimana," ujar Agus di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (5/5).

Agus mencontohkan dalam kasus suap proyek di Bakamla, tidak ada yang mengetahu mengapa anggaran Bakamla ditambah, sementara lembaga lainnya mendapatkan potongan anggaran. Jika sistem dibuat secara transparan masyarakat bisa mengetahui dan mengikuti alur perencanaan anggaran.

Begitu pula dengan target belanja negara 2018 yang menembus Rp2.200 triliun. Misal pembelanjaan Rp350 triliun lari ke pembiyaan apa saja. Apakah untuk bayar utang, subsidi, bantuan sosial atau penyertaan modal pemerintah.

Termasuk juga dalam praktek eplanning dan ebudgeting. Menurut Agus di banyak negara sistem dibuat lebih detail sampai unit harga barang yang mau dibeli sehingga bisa gampang membandingkan.

"Harapan kami kalau pemerintah segera buat sistem transparan seperti itu. Kita semua bisa melakukan kontrol dan check balancing, bukan kontrol nangkep," ujarnya. [nes]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya