Berita

Politik

ORI Dukung Himbauan KPK Tidak Memilih Cakada Mantan Napi Korupsi

MINGGU, 06 MEI 2018 | 02:56 WIB | LAPORAN:

Ombudsman RI (ORI) setuju dengan himbauan KPK yang meminta masyarakat tidak memilih calon kepala daerah mantan terpidana kasus korupDukungsi.

Komisioner ORI Oda Ninik Rahayu menilai himbauan tersebut sebatas sebuah harapan adanya pemimpin yang bersih dan tidak menyalahi aturan dalam perundang-undangan.

"Kami menjaga peraturan sesuai dengan UU. Mendukung apa yang disampaikan oleh KPK dan ini harapan setiap masyarakat, para pemimpin adalah orang yang bersih," ujar Ninik saat acara "Ngopi (Ngobrolin Politik)" bersama Komite Independen Pemantau Pemilu Indonesia, di Kantor Bawaslu, Jakarta, Sabtu (5/5).


Lebih lanjut Ninik menjelaskan bukan berarti himbauan itu membuat KPU tidak meloloskan kandidat mantan Napi Korupsi. Jika hal tersebut dilakukan maka KPU melakukan maladministrasi.

Untuk itu jugalah pihaknya hanya bisa mendukung himbauan dari KPK, namun jika nantinya KPU memuat himbauan KPK sebagai sebuah peraturan, hal tersebut telah bertentangan dengan UUD, yang menjelaskan setiap warga negara Indonesia berhak dipilih dan memilih.

"Ombudsman tidak berbicara boleh atau tidak boleh, karena ombudsman lebih melihat apakah dalam Cakada nanti itu persyaratnya terpenuhi atau tidak itu saja," ujarnya. [nes]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya