Berita

Viva Yoga Mauladi/Net

Politik

Peluang Demokrat-PAN-PKB Berkoalisi Masih Terbuka Meski Lobangnya Sempit

SABTU, 05 MEI 2018 | 13:42 WIB | LAPORAN:

. Waketum PAN Viva Yoga Mauladi menyambut baik ajakan dari Wasekjen Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin untuk membentuk koalisi poros baru dalam Pilpres 2019.

Dari situasi politik saat ini, Viva yang juga Ketua Bapilu PAN ini mengakui bahwa kemungkinan pembentukan poros Joko Widodo dan Prabowo Subianto masih sangat kecil. Namun, hal itu kata dia bukanlah suatu yang tidak mungkin.

Karena, selain Demokrat dan PAN, PKB juga belum memutuskan secara resmi calon presiden yang diusung pada pilpres tahun depan.


"Dan sebagian besar partai juga belum memutuskan secara formal karena belum ada keputusan, masih berupa deklarasi dan semacamnya," kata Viva Yoga dalam diskusi bertajuk 'Berburu Cawapres dan Sidang MK' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/5).

Asumsinya, lanjut dia, gabungan PAN, Demokrat dan PKB telah memenuhi syarat UU 7/2017 tentang Pemilu, yang salah satunya mengatur soal presidential threshold alias ambang batas pencapresan 20 persen atau 112 kursi di DPR.

"(Koalisi Demokrat, PAN dan PKB) 27,85 persen kursi DPR RI. Jadi masih bisa," jelas Viva Yoga.

Namun demikian, diakuinya pembentukan poros ketiga ini masih sangat dinamis dan tergantung dari komunikasi politik yang dilakukan oleh semua parpol.

"Potensi itu meskipun ada peluang, tetapi lobangnya masih sempit, karena dinamika politik saat ini sangat ditentukan oleh bagaimana proses politik yang terjadi pada saat ini sampai tanggal 10 Agustus 2018 batas akhir pandaftaran ke KPU," jelasnya.

Masih dikatakan Viva Yoga, koalisi poros ketiga ini bisa terbentuk tergantung pada komunikasi politik antara PAN dan PKB dengan Partai Demokrat.

"Kalau untuk tiga pasangan calon masih memungkinkan. Tergantung keseriusan dari Partai Demokrat," tutupnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya