Berita

Bambang Soesatyo/Net

Politik

Bamsoet Ingin DPR Jadi Parlemen Zaman Now

SABTU, 05 MEI 2018 | 04:24 WIB | LAPORAN:

Ketua DPR Bambang Soesatyo bertekad menjadikan DPR sebagai parlemen modern. Berbagai perbaikan akan terus dia lakukan agar DPR tidak kalah dengan parlemen negara lain serta tertinggal perkembangan zaman.

Salah satu cara yang dilakukannya adalah mengembangkan sistem informasi online.

"DPR zaman now sangat berbeda dengan DPR zaman old. DPR zaman now adalah parlemen yang menerapkan transparasi, teknologi informasi, dan representasi. Seluruh kegiatan DPR dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat melalui aplikasi online," ujar politisi yang akrab disapa Bamsoet ini saat mengisi Kuliah Umum bertema 'Wajah Baru Wakil Rakyat' di Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel, Jakarta Pusat, Jumat (4/5).


Kata Bamsoet, sesuai UU Nomor 2/2018 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3), telah terjadi penguatan tugas dan fungsi DPR. Penguatan tersebut dilakukan guna mengawal proses check and balances dalam hubungan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Dengan penguatan itu dapat dihindari terjadinya abuse of power dalam penyelenggaraan kekuasaan negara.

"Kini, fungsi pengawasan DPR diperkuat berupa hak melakukan pemanggilan paksa ke pihak yang diperlukan hadir untuk dimintai keterangan. Ini semata dilakukan untuk mempermudah proses pengawasan yang dilakukan DPR. Begitupun dengan hak imunitas, ini sama halnya yang melekat di berbagai profesi seperti wartawan, pengacara, maupun dokter. Saya jamin, DPR maupun anggotanya bukanlah pihak yang tidak bisa tersentuh hukum," terang politisi Partai Golkar ini.

Kini, DPR juga punya dua fungsi tambahan. Selain fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, yang melekat selama ini, DPR fungsi baru yaitu diplomasi dan representasi. Penambahan fungsi ini membuat DPR semakin berlari kencang dalam menyongsong perubahan zaman, khususnya dalam menyikapi dinamika politik global maupun kehidupan sosial masyarakat di berbagai daerah.

"Parlemen sebagai bagian dari entitas politik negara juga harus berperan dalam percaturan diplomasi politik luar negeri pemerintah, terutama dalam membantu mewujudkan dunia yang lebih damai, adil, dan berkeadaban. Sedangkan fungsi representasi dilakukan untuk menyerap dan menghimpun aspirasi rakyat melalui kunjungan kerja, menindaklanjuti, dan memberikan pertanggungjawaban secara moral maupun politik ke konstituen di daerah pemilihannya," papar Bamsoet.

Di kesempatan itu, Eks Ketua Komisi III DPR juga meminta bantuan ke perguruan tinggi. Sebab, upaya meningkatkan konsolidasi demokrasi dan kelembagaan politik perlu dukungan perguruan tinggi. Dukungan bisa dilakukan dengan memberikan apresiasi maupun saran dan kritik yang membangun.

"Sebagai tempat kaum intelektual berkumpul, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun lingkungannya. Jangan ragu untuk terus mengkritisi DPR maupun Pemerintah. Jangan lupa untuk tak segan memberikan apresiasi terhadap berbagai kinerja yang telah dilakukan," pungkasnya. [nes]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya