Berita

Jusuf Kalla dan Oesman Sapta Odang/RMOL

Hukum

Wapres JK: Narkoba Lolos Pengawasan Bisa Saja Lebih Banyak

JUMAT, 04 MEI 2018 | 13:32 WIB | LAPORAN:

Wakil Presiden, Jusuf Kalla menyatakan apresiasinya atas kerja keras Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, TNI AL, dan Imigrasi dalam upaya memberantas narkoba.

Utamanya karena baru-baru ini berhasil mengungkap peredaran 2.647 ton sabu dalam beberapa operasi.

"Kami menghargai dan sangat memberikan penghargaan kepada BNN, polisi, dan Imigrasi," katanya saat menghadiri acara pemusnahan 2.647 ton sabu di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (4/5).


Wapres memperingatkan narkoba masih terus mengintai generasi muda bangsa ini. Sebab, narkoba yang lolos dari pengawasan pihak keamanan bisa saja jauh lebih banyak.

"Berapa nilainya, ini saya tanya kurang lebih 2 miliar satu kotak, jadi berapa ton, berapa triliunan yang kita lihat di sini. Pertanyaan saya tadi, kenapa begitu? berapa banyak yang ditangkap dan berapa yang kira-kira lolos? yang lolos masih lebih banyak, jauh lebih banyak yang tidak tangkap dengan oleh BNN dan kepolisian," urainya.

Lebih lanjut JK menekankan untuk mengatasi masalah narkoba, butuh kerja sama antar semua pihak terkait, termasuk media dan masyarakat umum.

"Kita sehingga dibutuhkan kerja sama semua pihak media sangat dibutuhkan untuk semua pejabat untuk menghindari. Satu-satunya cara ialah menghindari mencegah dan menangkap dari mana narkoba ini. Itulah harapan kita," pungkasnya.

Ribuan kilogram sabu yang dimusnahkan itu berasal dari dua kasus. Kasus pertama terungkap hasil kerja sama antara BNN, TNI AL, dan Ditjen Bea Cukai. Sedangkan kasus yang kedua hasil kerja sama Direktorat TP Narkoba Bareskrim Polri dengan Ditjen Bea Cukai.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya